KOMPAS.com - Meski kondisinya renta, Khieu Samphan tak bisa luput dari kejaran hukum demi keadilan. Dua tahun mendekam di penjara, Samphan yang pernah menjadi momok pada 1976 hingga 1979 memperoleh dakwaan melakukan pembantaian etnis alias genosida dari Mahkamah Kejahatan Perang PBB.
Samphan, kelahiran 27 Juli 1931 itu dituduh membunuh masyarakat minoritas Kamboja, yaitu etnis Vietnam dan Muslim Cham. Dakwaan ini, sebagaimana BBC mewartakan, Jumat (18/12/2009). menyusul dakwaan serupa yang dijatuhkan terhadap dua pemimpin Khmer Merah lainnya, Ieng Sary dan Nuon Chea. Kendati demikian, pengadilan untuk ketiganya baru akan dimulai dua tahun lagi.
Sekitar dua juta orang tewas selama pemerintahan Khmer Merah tahun 1970-an. Khieu Samphan tidak pernah membantah adanya para korban tersebut, namun dia dan pengacaranya mengatakan bahwa sebagai kepala negara, dia tidak pernah terlibat langsung dalam pembunuhan.
Salah satu anggota tim pengacaranya, adalah pengacara Perancis terkenal Jacques Verges, yang sebelumnya pernah membela tokoh Nazi Klaus Barbie, dan penyandera asal Venezuela, Carlos the Jackal.
Verges, 83 tahun sudah mengenal Khieu Samphan sejak mereka terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan sayap kiri di Perancis pada 1950-an.

