KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Inilah Kisah Cinta yang Berakhir Tragis
Jumat, 18 Desember 2009 | 05:25 WIB
DAILY MAIL
Korban Ayah Biadab - Gara-gara jatuh cinta beda sekte, Tulay tewas di tangan sang ayah
TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com — Seorang pria Kurdi dinyatakan bersalah dan dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan Inggris lantaran membunuh putrinya yang masih berusia 15 tahun karena jatuh cinta dengan seorang Muslim Sunni.

Hakim memberi vonis hukuman minimal 22 tahun penjara kepada Mehmet London Goren (49) atas apa yang disebut sebagai pembunuhan atas kehormatan dari sang anak, Nuray Tulay, yang menghilang sejak satu dekade yang lalu dan tak pernah ditemukan. Goren juga dinyatakan bersalah karena menyerang pacar sang putri dengan kapak.

Jaksa Lakin Damaris menjelaskan, Goren adalah seorang penganut Syiah, sedangkan putrinya berhubungan dengan pemuda dari kelompok Islam Sunni. "Dia membunuh putrinya sendiri, karena malu pada dirinya sendiri," kata Lakin di pengadilan.

Polisi percaya Tulay dibunuh pada 7 Januari 1999, saat dia berada di rumah sendirian, hanya bersama ayahnya. Halil Unal, pacarnya, kemudian melaporkan kepergiannya dua minggu kemudian, setelah Mehmet Goren menyerangnya dengan kapak.

Polisi tidak pernah memastikan bagaimana Tulay tewas, tetapi mereka mengatakan, dia telah hilang cukup lama untuk dinyatakan mati. Bukti baru muncul setahun setelah menghilangnya Tulay, saat polisi pada tahun 2008 menangkap Mehmet Goren dan kedua saudaranya. Semua ketiga orang itu didakwa melakukan pembunuhan, tetapi dua bersaudara Goren kemudian dibebaskan, Kamis.

Sekadar diketahui, Tulay masih bersekolah ketika ia memulai hubungannya dengan Unal, pria berusia 30 tahun yang juga memiliki latar belakang suku Kurdi dari Turki.

Penyidik polisi John Macdonald, sebagaimana dikutip dalam pengadilan, menyebutkan, Nuray Tulay telah berada pada dunia saat ia berhubungan dengan sang pemuda. Banyak kebiasaan baru yang dilakukan Tulay, yang pada akhirnya membuat dia berbeda dari keluarganya.

Sang ayah, Goren, kemarin masih menolak permintaan keluarga untuk mengidentifikasi di mana sebenarnya jasad Tulay. Salah seorang saudaranya yang dibebaskan kemarin membantah telah terjadi pembunuhan. Ia yakin Tulay masih hidup.

"Tidak ada hal semacam itu dalam budaya kita," kata Goren kepada Channel 4 News.

Warga Inggris telah melihat lusinan wanita dibunuh oleh sanak saudara mereka dalam 10 tahun terakhir atas pelanggaran-pelanggaran apa yang mereka percaya telah membawa malu keluarga. Pada tahun 2007, pengadilan juga menghukum seorang pria Kurdi yang merencanakan dan memerintahkan pembunuhan kepada putrinya karena ia jatuh cinta dengan seorang pria yang tidak berasal dari desa di Irak.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.