Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 17:05 WIB
Pesawat AS Mangsa 14 Nyawa Gerilyawan
| tof | Jumat, 18 Desember 2009 | 02:03 WIB
|
Share:

AFP/FAROOQ NAEEM
Polisi Pakistan dan petugas penyelamat memeriksa sebuah kafeteria wanita setelah terjadinya ledakan bom di Islamic University, Islamabad, Pakistan, Selasa (20/10). Dua ledakan bom di kampus itu menewaskan tujuh orang, termasuk dua pelaku bom bunuh diri.

TERKAIT:

MIRANSHAH, KOMPAS.com - Dua serangan rudal AS menewaskan sedikitnya 14 gerilyawan di Pakistan baratlaut, Kamis. Serangan yang dilakukan oleh pesawat AS tanpa berawak itu, menghantam tempat persembunyian militan di daerah Waziristan Utara, tempat yang dianggap Amerika paling berbahaya di dunia.

Tidak jelas kelompok mana yang menjadi sasaran serangan itu, namun Waziristan Utara menjadi sarang militan Taliban, Al-Qaeda dan anggota Haqqani, sebuah kelompok kuat yang terkenal karena melancarkan serangan-srangan terhadap pasukan asing di Afganistan.

"Lima pesawat tak berawak AS menembakkan sedikitnya tujuh rudal, dengan sasaran dua rumah dan dua kendaraan di daerah Ambarshaga di Waziristan Utara, menewaskan 12 militan," kata seorang pejabat keamanan senior di daerah itu kepada AFP.

Ia menyatakan, mereka yang tewas empat di antaranya adalah warga asing, namun kewarganegaraan mereka belum diketahui. Para pejabat Pakistan umumnya menggunakan istilah "orang asing" untuk menunjuk pada orang-orang rekrutan Al-Qaeda yang beroperasi di kawasan suku Pakistan.
       
Pejabat itu menambahkan, belum jelas apakah sasaran bernilai tinggi berada di daerah itu pada saat serangan tersebut. Seorang pejabat lain mengonfirmasi pemboman pesawat tak berawak itu membuat jumlah korban diperkirakan meningkat.

Dalam serangan kedua di daerah yang sama, rudal-rudal yang ditembakkan sebuah pesawat tak berawak AS pada tengah hari menghantam sebuah rumah yang diduga digunakan oleh militan. "Pesawat Amerika tanpa awak menembakkan dua rudal, menewaskan dua militan dan merusak parah sebuah rumah dan ruang tamu yang tersambung.

Sebuah mobil hancur," kata seorang pejabat keamanan yang berkantor di Miranshah. "Militan menyewa rumah ini dan menggunakannya sebagai sebuah pangkalan," katanya.

Sumber :
ANT, AFP