Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:17 WIB
Di Afganistan, AS "Berhasil"
Josephus Primus | primus | Kamis, 17 Desember 2009 | 19:31 WIB
|
Share:

AFP/NICOLAS ASFOURI
Anak-anak Afganistan berdiri di balik tembok yang dipasangi poster bergambar wajah Presiden Hamid Karzai, Rabu (4/11) di Kabul. Sejak menjabat pada 2001, Karzai dituduh terlibat korupsi, yang berperan memiskinkan warganya.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Panglima tentara wilayah Amerika Serikat Jenderal David Petraeus pada Rabu (17/12/2009) menyeru perang Washington melawan terorisme di Afganistan "berhasil" sekalipun jika pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden tidak ditangkap.
   
"Selalu ada pusat berarti sumberdaya untuk menangkap bin Ladin dan kendati ia tidak ditangkap, usaha berhasil secara keseluruhan dalam perang melawan terorisme," kata Petraeus, panglima Kendali Pusat Amerika Serikat, saat berbicara dari Kabul kepada saluran televisi Fox News.
   
Petraeus menyatakan bahwa sekalipun bin Laden tak tertangkap, "hasil berarti usaha itu ialah sekitar 20 pemimpin kelompok Taliban tewas, dan dalam beberapa hal ditangkap dan dihilangkan dari gambar".
   
Saat menanggapi persoalan usaha melatih sejumlah besar tentara Afganistan untuk menggantikan Amerika Serikat menjelang penarikan pasukan, Petraeus mengatakan, "Tidak mudah mencapai tujuan dalam setahun mendatang atau beberapa tahun berikutnya."
   
"Sangat penting kami melatih sebanyak kami bisa, secepat kami bisa, tanpa mencapai kegagalan. Jumlah menjamin mutunya, tapi hanya jika mempunyai mutu layak juga," kata jenderal itu.
   
Presiden Barack Obama pada awal Desember mengumumkan rencana mengirim 30.000 lagi tentara Amerika Serikat ke perang di Afganistan itu, saat pasukan negara adidaya tersebut dan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO mencoba menghentikan keberhasilan pejuang Taliban dan Al Qaeda serta mewujudkan keamanan di pusat utama penduduk.
   
Sebagian besar dari 30.000 tentara Amerika Serikat, yang membentuk "gelombang" pasukan Presiden Barack Obama di Afganistan, diperkirakan tuntas pada ahir musim panas 2010, kata jurubicara Pentagon pada Senin. "Sebagian besar akan di sana pada ahir musim panas," kata Kolonel Dave Lapan dalam jumpa pers Departemen Pertahanan.
   
Tapi, Lapan menambahkan bahwa "beberapa ribu" tentara mungkin akan tiba beberapa pekan minggu kemudian. "Kami masih bekerja untuk memastikan waktu kami mendapatkan jumlah ahir di perang itu," kata Lapan, yang menyatakan 16.000 tentara Amerika Serikat dalam perjalanan ke Afganistan.
   
Jenderal Stanley McChrystal, panglima tertinggi Amerika Serikat dan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO di Afganistan, menyatakan bermaksud menggunakan tentara tambahan itu --bersama 7.000 tentara, yang dijanjikan negara lain NATO-- untuk usaha penumpasan perlawanan.
   
Sedikit-dikitnya, 491 tentara asing tewas di Afganistan pada tahun ini, termasuk 304 dari Amerika Serikat, hampir dua kali dari 155 tentara negara adidaya itu tewas pada tahun lalu, kata laman mandiri icasualties.org.
   
Kematian tentara Amerika Serikat pada awal pekan ini menjadikan 301 tentara negara adidaya tersebut tewas di negara terkoyak perang itu dan terjadi sehari sesudah perwira tertinggi negara adidaya tersebut memperingatkan bahwa kekerasan mungkin memburuk sebelum keadaan membaik.
   
Sejumlah 1.541 tentara asing, 935 di antaranya serdadu Amerika Serikat, tewas di Afganistan sejak serbuan pimpinan Amerika Serikat untuk menumbangkan pemerintah Taliban pada 2001.
   
Dukungan untuk tugas Amerika Serikat di Afganistan merosot sampai dasar baru, dengan hanya 44 persen dari warga negara adidaya itu menyatakan nilai perang itu sepadan dengan biayanya, kata jajak pendapat baru disiarkan pada tengah November.
   

Sumber :
Ant