Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 21:49 WIB
Dikhawatirkan Mengganggu Libur Natal
| jimbon | Kamis, 17 Desember 2009 | 08:43 WIB
|
Share:

2747.com
Maskapai penerbangan British Airways.

TERKAIT:

 

LONDON, KOMPAS.com - Manajemen dan serikat pekerja maskapai penerbangan Inggris, British Airways, akhirnya sepakat untuk bertemu pada hari Rabu waktu setempat. Pertemuan itu hanya beberapa hari sebelum rencana pemogokan awak kabin perusahaan penerbangan itu selama 12 hari.

Dikhawatirkan, rencana tersebut akan mengacaukan perusahaan penerbangan itu karena berlangsung pada saat libur Natal. ”Kami senang perusahaan mau bertemu kami untuk mencari penyelesaian,” ujar juru bicara serikat pekerja, Pauline Doyle, di London, Rabu (16/12).

Namun, pembicaraan tersebut tidak membatalkan upaya manajemen British Airways (BA) ke Pengadilan Tinggi London untuk mencari upaya untuk menghentikan rencana pemogokan tersebut. Doyle mengatakan, perwakilan dari serikat pekerja juga akan hadir dalam dengar pendapat tersebut.

”British Airways sedang mengupayakan langkah hukum untuk melindungi konsumen dari tekanan besar dan kekacauan yang mungkin ditimbulkan oleh rencana serikat pekerja melakukan mogok kerja selama 12 hari mulai 22 Desember,” demikian pernyataan manajemen BA.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown yang sedang berada di Kopenhagen menyarankan manajemen BA dan perwakilan serikat pekerja duduk bersama memecahkan masalah untuk menghindari pemogokan tersebut.

Brown mengatakan, dia sangat khawatir kemungkinan terjadinya pemogokan dan menyatakan rencana itu sama sekali bukan berita baik.

Brown mengatakan di GMTV bahwa pemerintah akan berusaha sekuatnya agar kedua pihak, manajemen dan serikat pekerja, dapat duduk bersama.

Rencana pemogokan ini dilatarbelakangi oleh beberapa langkah pemangkasan biaya, termasuk pembekuan gaji selama dua tahun, dan pengurangan awak kabin dalam penerbangan berjarak jauh.

Lebih dari 12.500 atau 92,5 persen anggota serikat pekerja BA memilih mogok kerja setelah mereka melakukan pemungutan suara atas langkah-langkah yang diambil manajemen. Sekjen serikat pekerja, Len McCluskey, telah mengumumkan rencana tersebut pada hari Senin (14/15).

Manajemen BA mengatakan, perubahan-perubahan tersebut dilakukan untuk mengurangi beban keuangan BA. BA membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 485 juta dollar AS selama periode April hingga September.

BA juga mengurangi karyawannya 1.900 orang pada musim panas lalu. Selain itu, manajemen juga mengurangi jam lembur dan meningkatkan pekerjaan paruh waktu. Bulan lalu, CEO BA Willie Walsh mengatakan akan mengurangi lebih dari 3.000 pekerja hingga Maret 2010.

McCluskey memperingatkan, pemogokan itu akan menimbulkan bencana besar dan meminta manajemen untuk berunding.

Pesaing

Dalam masa sulit seperti ini, para pesaing BA tampaknya memanfaatkan peluang. Maskapai Virgin Atlantic mengumumkan akan menerbangkan pesawat berbadan lebih lebar untuk melayani rute antara London dan New York, Newark, Washington, dan Delhi. Virgin Atlantic memperkirakan akan mengeluarkan 1.600 kursi tambahan untuk melayani rute-rute BA yang kosong selama pemogokan tersebut.

Pesaing lain, BMI, memasang iklan di surat kabar dalam menanggapi rencana mogok itu, termasuk satu kalimat, ”BA omong kosong”.

Dalam mengantisipasi pemogokan itu, BA akan menawarkan calon penumpangnya mengatur kembali perjalanan mereka jika terkena dampak pemogokan awak kabin itu. Akan tetapi, BA tidak menawarkan pengembalian uang tiket kecuali jika penerbangan itu benar-benar dihapuskan. (AFP/Reuters/SHA)

Sumber :
Kompas Cetak