Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:40 WIB
Berlusconi Susah Makan, Tartaglia Dapat Dukungan "Facebookers"
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 17 Desember 2009 | 03:59 WIB
|
Share:

AFP/LIVIO ANTICOLI
Lelaki bernama Massimo Tartaglia (tengah) ini diduga adalah pelaku penyerangan terhadap Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi di Milan, Minggu (13/12) petang lalu. Tartaglia dihambat bergerak sebelum akhirnya diringkus oleh polisi Italia untuk diamankan.

TERKAIT:

MILAN, KOMPAS.com — Nasib Perdana Menteri Silvio Berlusconi benar-benar sial. Pascaserangan yang menimpanya Minggu lalu, bukan saja hidung dan giginya yang rompal. Hingga tadi malam, ia pun masih sulit untuk makan sehingga harus bertahan di rumah sakit.

Para dokter telah meminta Berlusconi (73) untuk membatalkan atau mengurangi penampilannya ke publik setidaknya selama dua minggu. Ini berarti, ia pun harus membatalkan jadwalnya untuk datang ke Kopenhagen mengikuti KTT perubahan iklim.

Pihak kepolisian setempat hingga kemarin masih memperketat keamanan di sekitar Berlusconi. Polisi antiterorisme menyatakan, insiden itu bukan bentuk kegagalan mereka mengamankan sang pejabat karena mereka telah meletakkan pos-pos pemeriksaan di lokasi Berlusconi, dan penyerang yang diketahui bernama Massimo Tartaglia itu pun sempat diperiksa di pos pertama.

Seorang pejabat dari polisi mengatakan, pemuda itu tak membawa senjata dan ia mengatakan sebagai salah satu pendukung Berlusconi. Namun, ia tak berani mengeluarkan pernyataan di media karena merasa tak berwenang.

Juru bicara Berlusconi, Paolo Bonaiuti mengatakan, sang Perdana Menteri pada Selasa malam mengeluhkan dirinya merasa lebih sakit dari sebelumnya. Kondisi lehernya pun makin memperparah rasa sakitnya. Malam itu, Presiden AS Barack Obama sempat menelepon dan mendoakan agar dia lekas sembuh.

Berlusconi belakangan memang menghadapi banyak tekanan publik menyoal skandal seks dan masalah hukum yang menimpanya. Ia menyebut semua itu sebagai iklim kebencian yang diarahkan kepadanya.

Namun, apa pun itu, luka Berlusconi akibat penyerangan itu telah mengaduk-aduk simpati publik. Tak sedikit yang bersimpati kepadanya, meski ada juga sekelompok orang yang memuji aksi penyerangan yang dilakukan Massimo Tartaglia, terutama di Facebook.

Beberapa sekutu Berlusconi mendesak pemerintah mengambil tindakan keras pada situs-situs web berisi materi yang menghasut orang untuk membenarkan kekerasan atau menyebarkan kebencian. Menteri Dalam Negeri Roberto Maroni dalam pertemuan kabinet hari ini akan mempertimbangkan untuk menghapus halaman web yang menghasut atau menganjurkan kekerasan.

Sumber :
AP