LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Gordon Brown akhirnya menghubungi langsung mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni. Ia menyatakan bila Livni akan selalu mendapat sambutan di Inggris, menyusul surat perintah bagi penangkapannya dikeluarkan pengadilan di London.
Dalam pembicaraan telepon, Brown juga mengulangi tekadnya untuk mengubah undang-undang yang mengizinkan pengadilan Inggris mengeluarkan surat penangkapan bagi tersangka kejahatan perang di seluruh dunia, di tengah-tengah perselisihan diplomatik yang memalukan.
Livni yang sekarang menjadi ketua Partai Kadima di Israel, membatalkan rencana lawatannya ke Inggris pada akhir pekan karena takut ditangkap. Kantornya menyatakan kunjungan itu hanya ditunda karena masalah jadwal.
Seorang juru bicara Brown di Downing Street sebagaimana dikutip media mengatakan, dalam pembicaraan telepon dari Kopenhagen tempat ia menghadiri pembicaraan iklim PBB, Brown mengatakan ia kecewa bahwa Livni tak dapat mengunjungi Inggris.
Kantor Livni mengatakan, Brown secara pribadi juga mengatakan kepadanya bahwa ia menentang surat penahanan itu, dan menyatakan tekadnya untuk mengubah undang-undang kejahatan perang tersebut.
Surat itu dipahami telah dikeluarkan oleh satu pengadilan London pada akhir pekan menyusul pengajuan oleh para aktivis Palestina, yang dititikberatkan pada peran Livni dalam perang Israel melawan Gaza yang diperintah Hamas pada pergantian tahun lalu.
Menurut BBC, surat itu ditarik setelah Livni membatalkan lawatannya. Israel mengecam surat itu dan memanggil duta besar Inggris untuk mengajukan nota protes. "Tak akan ada pejabat tinggi yang pergi ke Inggris sampai isu ini diselesaikan," kata Deputi PM Danny Ayalon.


