Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:26 WIB
AS Jadi "Kandang" Terpidana Teroris
Josephus Primus | primus | Rabu, 16 Desember 2009 | 16:22 WIB
|
Share:

ILLINOIS, KOMPAS.com — Presiden Barack Obama bakal menepati janjinya menutup penjara Guantanamo. Khalayak mafhum bahwa penjara itu, sejak zaman pemerintahan George W Bush, merupakan lokasi penahanan bagi para terpidana teroris.

Nah, sebagaimana BBC mewartakan, Rabu (16/12/2009), Presiden Obama telah memerintahkan pemerintahan federal membeli sebuah penjara di Illinois guna menampung sejumlah tahanan dari Guantanamo.

Jumlah tahanan yang akan dipindahkan ke penjara Thomson di negara bagian Illinois tersebut belum diumumkan secara resmi. Namun, laporan media AS menyebut bahwa jumlah mereka kemungkinan mencapai antara 35 dan 90 orang.

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan, keamanan penjara itu akan ditingkatkan. Upaya ini membuat Thomson menjadi penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di AS.

Pemerintahan Obama menyatakan bahwa penutupan Teluk Guantanamo adalah kunci penting untuk melawan Al Qaeda.

Adapun Obama memberi batas waktu selama satu tahun untuk menutup penjara tersebut. Namun hingga saat ini, pemerintahan Obama masih mencari cara untuk memindahkan sekitar 215 tahanan Guantanamo. Obama mengakui, target penutupan tanggal 22 Januari tidak akan terpenuhi dan baru akan terlaksana pada akhir 2010.

Dalam sebuah surat yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates, disebutkan bahwa, "Presiden telah memerintahkan, dengan dukungan mutlak, kalau pemerintah federal akan melanjutkan proses pengambilalihan fasilitas di Thomson."

Masih ada beberapa pertanyaan mengenai asas legalitas atas pemindahan tahanan ke wilayah AS. Namun, seorang pejabat AS memberi keterangan bahwa tahanan diperkenankan dibawa ke AS untuk dituntut secara hukum.

Isi pernyataan itu berbunyi, "Akan melanggar undang-undang yang ada jika memindahkan tahanan untuk alasan apa pun kecuali untuk tujuan penuntutan. Demikian perubahan undang-undang yang kami butuhkan."

Ada juga kekhawatiran kalau para tahanan itu akan melarikan diri atau bahkan mencari cara agar memiliki hak untuk tinggal di AS.

Bagaimanapun, surat Clinton/Gates mengatakan, "Presiden tidak berkehendak untuk membebaskan satu tahanan pun di Amerika Serikat."

Hingga saat ini, batas waktu terhadap pemindahan pertama para tahanan tersebut belum diberikan.

Kebijakan ini mendapat protes dari Partai Republik. Ketua Senat Republik Mitch McConnell mengatakan bahwa Amerika dan Kongres telah menolak rencana pemindahan para teroris ke wilayah AS untuk dipenjara dalam waktu lama dan UU melarangnya.

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia mengatakan, pemindahan para tersangka teroris tersebut justru melanjutkan pelanggaran hak asasi manusia karena ditahan tanpa ada tuntutan atau pengadilan.

"Yang dilakukan Presiden Obama saat ini hanyalah mengganti kode pos Guantanamo," demikian isi pernyataan kelompok Amnesti Internasional.

Hampir kosong


Penjara Thomson dilaporkan kini dalam keadaan hampir kosong, dan berlokasi sekitar 240 km dari Chicago. Lokasi ini diusulkan sebagai alternatif oleh Senator Illinois Richard Durbin.

Penjara ini dibangun pada tahun 2001 dengan kapasitas 1.600 tahanan. Namun karena masalah anggaran, penjara itu saat ini hanya menampung 200 tahanan.

Thomson akan dijual ke Biro Federal dan selanjutnya sebagian di antaranya akan disewakan ke Departemen Pertahanan. Demikian isi sebuah laporan.

Menurut seorang pejabat, para tahanan federal akan ditempatkan di penjara tersebut. Begitu juga dengan mantan penghuni Guantanamo.

Selain dipindahkan ke Illinois, beberapa tahanan Guantanamo lainnya akan dikirim ke negara lain, sementara yang lainnya akan menghadapi pengadilan militer atau akan diadili di pengadilan AS.

Penjara lain di Colorado, Montana, dan sejumlah rumah tahanan lainnya di Illinois dilaporkan bersedia menerima para tahanan Guantanamo.