Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 21:05 WIB
Israel Panggil Duta Besar Inggris
Taufiq Zuhdi | tof | Selasa, 15 Desember 2009 | 23:39 WIB
|
Share:

JERUSALEM, KOMPAS.com - Israel sewot juga "dikerjai" Inggris. Kemarin, mereka mengecam surat perintah penangkapan mantan menteri luar negeri Tzipi Livni yang dikeluarkan pengadilan Inggris atas tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan.

Israel memandang apa yang dilakukan Inggris itu tidak akan menciptakan perdamaian dunia, kecuali mereka menahan tindakan itu. "Israel menolak langkah-langkah hukum yang didasari sikap sinis yang dibuat pengadilan Inggris untuk menangkap Tzipi Livni, atas perintah dari unsur-unsur radikal," kata kementerian luar negeri.

Sebuah surat perintah penangkapan akhirnya dikeluarkan pengadilan London akhir pekan lalu yang ditujukan bagi Livni atas perannya dalam perang Israel dengan Hamas di Gaza. Livni membela diri atas tindakannya selama perang.

"Operasi di Gaza itu perlu. Kami ingin mengembalikan kemampuan pencegahan Israel, " kata Livni dalam sambutannya yang disiarkan di televisi.

"Israel harus melakukan apa yang benar bagi Israel, terlepas dari penilaian, pernyataan dan surat perintah penangkapan. Itu tugas kepemimpinan, dan aku akan mengulangi masing-masing dan setiap keputusan, "katanya.

Selasa hari ini, Duta Besar Inggris Tom Phillips dipanggil oleh kementerian luar negeri untuk diberi pernyataan protes pemerintah tersebut. "Israel berseru kepada pemerintah Inggris untuk memenuhi janji-janji, untuk bertindak mencegah eksploitasi sistem hukum Inggris oleh unsur-unsur antiIsrael," kata juru bicara kementrian luar negeri.

"Jika penyalahgunaan wewenang ini tdiak segera diperbaiki, akan merusak hubungan antara Inggris dan Israel," katanya menambahkan.

"Jika para pemimpin Israel tidak dapat mengunjungi Inggris, semestinya Inggris mampu untuk memainkan peran aktif dalam proses perdamaian Timur Tengah yang yang diinginkan."

Laporan media mengatakan, lantaran adanya surat perintah tersebut, Livni membatalkan jadwal perjalanannya ke Inggris, meskipun kantornya mengatakan perjalanan itu hanya ditunda karena masalah penjadwalan.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri kepada AFP pada hari Senin itu menilai ada implikasi penting dari surat perintah."Inggris bertekad untuk melakukan semua hal ini bisa untuk mempromosikan perdamaian di Timur Tengah, dan menjadi mitra strategis Israel," katanya.

"Untuk melakukan hal ini, para pemimpin Israel harus datang ke Inggris untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah Inggris. Kami sedang mencari mendesak pada implikasi dari kasus ini. Itu ditandai insiden terbaru yang dikeluarkan pengadilan Inggris, atau telah diminta untuk mengeluarkan, surat perintah penangkapan bagi para pejabat Israel.

Sumber :
AFP