KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Panitia dan sekretariat UNFCCC membatasi jumlah peserta yang boleh masuk ke tempat konferensi Badan PBB untuk Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark. Ini karena mereka yang mendaftar sebagai peserta kegiatan sudah mencapai tiga kali lipat kapasitas gedung pertemuan.
Sekjen UNFCCC Yvo de Boer dalam jumpa pers, Selasa, mengatakan, dirinya bertanggung jawab terhadap pembatasan dan antrean peserta di luar gedung yang sangat panjang. "Saya yang bersalah untuk antrean itu. Kami mempunyai tingkat keselamatan untuk gedung tempat konferensi yang berkapasitas 15.000 orang. Saat ini ada 45.000 orang yang ingin masuk ke gedung. Secara fisik itu tidak mungkin dan tidak aman," kata Yvo de Boer yang didampingi oleh Presiden COP ke-15 Connie Hadegaard.
Yvo mengatakan, dirinya harus menghentikan proses pendaftaran peserta ketika mencapai angka 50.000 orang.
"Tetapi saya berpikir banyak orang masuk dan banyak orang keluar dari gedung, banyak orang datang di minggu pertama dan banyak orang datang di minggu kedua, maka kami berusaha menerima pendaftaran dari sebanyak mungkin orang tetapi kami tidak bisa memastikan bahwa semua orang dapat masuk ke gedung ini," katanya.
Ia menyadari bahwa orang-orang menghabiskan waktu yang sangat lama untuk antre diluar dan itu sangat buruk. "Saya bertanggung jawab untuk itu. Saya melakukan semua usaha yang dibutuhkan bersama Kepolisian Denmark dan personil keamanan PBB untuk memastikan orang-orang dapat masuk ke kompleks ini secepat mungkin dan saya harus mengizinkan masuk orang-orang khusus seperti delegasi perwakilan negara," katanya.
Sekadar gambaran, untuk masuk lokasi konferensi, peserta harus antre sepanjang 500 meter. Antrean ini terutama untuk orang-orang dari nonpemerintah seperti LSM. Untuk perwakilan badan dunia, delegasi perwakilan negara dan pers mereka dipersilakan masuk lebih cepat.
Mulai Selasa, panitia membatasi perwakilan LSM yang masuk ke dalam gedung konferensi dengan sistem kuota.
Perwakilan LSM telah diberi setengah dari kapasitas Bella Center, tempat berlangsungnya konferensi, dan hal tersebut belum pernah dilakukan pada konferensi PBB untuk perubahan iklim sebelumnya.


