MANILA, KOMPAS.com — Selama bulan Oktober lalu, pengiriman uang dari para pekerja di luar negeri, semacam TKI di Indonesia, ke Filipina mencapai 1,5 miliar dollar AS. Itu berarti ada kenaikan sekitar 6,7 persen dari tahun sebelumnya.
Kenaikan cukup signifikan itu terjadi karena para pekerja Filipina di luar negeri mengirimkan uang untuk membantu keluarganya yang menjadi korban badai Ketsana dan Parma diikuti banjir bandang sangat dahsyat yang menghantam wilayah utara negeri itu pada akhir September.
Bank Sentral Filipina mengatakan, Filipina telah mentransfer 14,3 miliar dollar AS dalam 10 bulan pertama tahun ini. Angka ini merupakan naik 4,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Sumber terbesar uang dari luar negeri adalah Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, dan Kerajaan Inggris," kata pernyataan itu.
Transfer uang tunai dari sekitar sembilan juta orang Filipina yang bekerja di luar negeri setara dengan hampir 10 persen dari produksi ekonomi Filipina. Ini juga merupakan pendorong utama untuk konsumsi pribadi yang memicu ekonomi domestik.
Perencana ekonom pemerintah telah menyatakan keyakinannya bahwa pengiriman uang yang kuat akan membantu Filipina mencatat pertumbuhan positif tahun ini, meskipun ada krisis keuangan global dan peristiwa badai.


