SRINAGAR, KOMPAS.com — Aksi mogok melumpuhkan Kashmir, India, Selasa (15/12/2009), setelah para penyelidik mengatakan bahwa dua wanita yang diduga diperkosa dan dibunuh sebenarnya meninggal karena tenggelam. Pernyataan penyidik itu memicu kemarahan massa.
Mei lalu, massa marah dan menimbulkan kekerasan di wilayah tersebut setelah jenazah dua wanita itu ditemukan di sungai. Penduduk setempat mengatakan, kedua wanita itu mengalami pelecehan seksual kemudian dibunuh oleh pasukan keamanan.
Warga melakukan aksi mogok dengan menutup toko, perkantoran, bank-bank, dan kantor-kantor pos di ibu kota musim panas Kashmir, Srinagar, dan di beberapa kota berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, termasuk kota kelahiran korban, Shopian. Ratusan warga Kashmir berdemonstrasi anti pemerintah di Shopian, Senin malam, ketika pihak berwenang mengerahkan polisi antihuru-hara untuk mencegah terjadinya aksi massa baru yang lebih besar berkaitan dengan kasus tersebut.
"Kami menyerukan kepada rakyat Kashmir untuk melakukan mogok total menentang cerita karangan yang diberikan oleh Biro Penyelidikan Pusat (CBI) di depan pengadilan," kata Abdul Rasheed Deva, salah seorang pemimpin aksi protes kepada AFP.
Polisi semula mengatakan bahwa gadis berumur 17 tahun dan saudara iparnya yang berusia 22 tahun itu jatuh ke sungai. Namun, mereka kemudian menyetujui bahwa kedua gadis itu mungkin telah diperkosa dan dibunuh. September lalu, CBI mengambil alih masalah tersebut.
Dalam sebuah laporan kepada Pengadilan Tinggi India, Senin, badan federal tersebut menyimpulkan bahwa kedua gadis jatuh itu jatuh ke sungai. Dengan demikian, kemungkinan perkosaan dan pembunuhan dicabut.
Massa pun marah, bahkan sejumlah politisi pro-India menolak kesimpulan yang diajukan CBI. "Seluruh penyelidikan yang dilakukan badan tersebut bertujuan untuk mengungkap dan menangkap pelakunya, daripada sekadar melaporkan," kata Mehbooba Mufti, pemimpin oposisi besar Partai Demokrasi Rakyat.
Sementara itu, pemerintah belum bereaksi terhadap laporan tersebut. Pemberontakan terhadap penguasa New Delhi yang terjadi di Kashmir dalam dua dasawarsa belakangan ini diklaim telah menewaskan lebih dari 47.000 orang.


