Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:23 WIB
Obama Desak Lebanon Tekan Penyelundupan Senjata
Taufiq Zuhdi | tof | Selasa, 15 Desember 2009 | 05:29 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama mendesak pemerintahan Lebanon agar memberi tindakan tegas bagi mereka yang menyelundupkan senjata ke negara itu karena hal itu bisa menimbulkan potensi ancaman bagi negara tetangganya, Israel.

Amerika Serikat bulan lalu menuduh Iran membantu pengiriman senjata ilegal ke Lebanon untuk gerilyawan Hizbullah yang berperang dengan Israel pada 2006.

Angkatan Laut Israel pada Oktober menyita sebuah kapal yang membawa ratusan ton senjata yang dipasok Iran untuk Hizbullah. Sekadar diketahui, Hizbullah kini menjadi gerakan politik dan kekuatan militer yang dominan di Lebanon, bahkan lebih kuat daripada tentara Lebanon.

Obama mengatakan, setelah bertemu Presiden Lebanon Michel Sleiman sudah ada kemajuan dalam penegakan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang pengiriman seperti itu.

"Presiden Sleiman prihatin dengan kondisi itu. Saya menekankan keprihatinan kami tentang senjata yang luas
diselundupkan ke Lebanon yang berpotensi menjadi ancaman bagi Israel," kata Obama kepada wartawan.

Resolusi Dewan Keamanan PBB No 1701 yang mengakhiri perang 34 hari pada 2006 antara Israel dan Hizbullah, melarang semua peredaran senjata antara Sungai Litani dan Blue Line.

Israel telah mengecam 12.000 penjaga perdamaian PBB yang berada di Lebanon selatan lantaran dinilai tidak mampu menghentikan senjata mengalir ke gerilyawan Hizbullah.

Obama mengatakan, Amerika Serikat berkomitmen untuk membantu memperkuat angkatan bersenjata Lebanon sehingga mereka berada di posisi yang lebih baik untuk mengamankan perbatasan negara mereka. Bantuan militer Amerika ke Lebanon sejak tahun 2006 telah melampaui 400 juta dollar AS dan direncanakan akan kembali dibantu sejumlah peralatan, seperti artileri dan tank.

Sementara itu, Sleiman juga mengeluhkan ancaman Israel terhadap negaranya. Ia pun balik mendesak Obama agar menekan
Israel untuk menarik pasukannya dari daerah-daerah seperti pertanian Shebaa—yang diklaim sebagai wilayah Lebanon sendiri, tetapi PBB mengakuinya sebagai milik Suriah.

Baik Israel maupun Lebanon saling menuduh melanggar gencatan senjata yang mengakhiri perang 2006. Lebanon juga mengeluhkan pesawat Israel yang terbang dengan seenaknya di atas wilayah udara Lebanon, tetapi Israel bersikeras penerbangan seperti itu diperlukan untuk memantau kondisi Hizbullah dan gerakan para pejuang.

Sumber :
Reuters