Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 20:56 WIB
Indonesia Akan "Paksakan" 4 Materi Kelautan dalam Lobi Kopenhagen
Inggried Dwi Wedhaswary | Edj | Senin, 14 Desember 2009 | 20:18 WIB
|
Share:

KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad mengatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia menaruh harapan agar persoalan kelautan masuk dalam kesepakatan yang akan dihasilkan Konferensi Tingkat Tinggi PBB yang tengah berlangsung di Kopenhagen. Sektor perikanan dan kelautan dinilainya mengalami dampak serius akibat perubahan iklim. Salah satunya, berkurangnya hasil tangkapan para nelayan. Hal itu dikatakan Fadel kepada Kompas.com dan Antara seusai membuka Oceans Day bersama Putra Mahkota Monaco, Pangeran Albert, Senin (14/12/2009) di Kongens Nytorv, Kopenhagen, Denmark.

Oleh karena itu, Fadel menambahkan, pihaknya akan mengupayakan empat hal untuk menjadi materi lobi dalam perundingan tim negosiasi Indonesia di arena COP15. "Ada 4 poin yang akan kami paksakan masuk dan dilobi. Empat hal itu adalah share vision, adaptasi, transfer teknologi, dan capacity building," ujar Fadel.

Transfer teknologi menjadi titik tekan utama. "Teknologi kita butuhkan agar lebih cepat orang memahami kelautan di Indonesia, dan kita sudah mendapat komitmen dukungan dari negara internasional. Pesan Presiden, transfer teknologi ini harus segera diurus," kata mantan Gubernur Gorontalo ini.

Dengan adanya peningkatan teknologi, Fadel mengatakan, Indonesia bisa melakukan riset kelautan secara mendalam guna mengetahui kandungan yang ada di dalam laut. Hal ini menurutnya penting sebagai upaya adaptasi sektor kelautan terhadap perubahan iklim. "Jika materi kelautan masuk dalam kesepakatan, Indonesia akan mendapatkan keuntungan. Kita butuh ide dan teknologi baru untuk menghadapi perubahan iklim," tambahnya.

Sebelumnya, dalam pembukaan Ocean Day, Fadel mengungkapkan, sebagai negara kelautan, Indonesia menaruh perhatian besar pada sektor ini. Inisiatif membentuk coral triangle inisiative atau inisiatif segitiga terumbu karang menunjukkan keseriusan Indonesia. Ke depannya, akan ditempatkan sekretariat yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara.

Dari sektor kelautan di dalam COP15 ini diharapkan akan ada kontinuitas pembahasan dan komitmen seperti yang dituangkan dalam hasil pertemuan Bali dan World Ocean Conference di Manado.