Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 20:55 WIB
Dakwaan Kepemilikan Senjata Ilegal untuk Kru Ilyusin
Josephus Primus | primus | Senin, 14 Desember 2009 | 19:58 WIB
|
Share:

wikimedia.com
Pesawat angkut Ilyusin IL76

TERKAIT:

BANGKOK, KOMPAS.com - Dakwaan kepemilikan senjata ilegal ditujukan kepada lima kru pesawat kargo Ilyusin. Pesawat jenis IL76 itu ditahan aparat berwajib di Bandara Don Muang, Bangkok, sejak Sabtu pekan lalu.

Dalam lamannya, BBC pada Senin (14/12), mengatakan lima awak tersebut dituding membawa senjata tidak sah dari Korea Utara.  Kelima pria tersebut, empat orang dari Kazakhstan dan seorang lagi dari Belarus, ditahan tanpa mendapatkan hak untuk bebas dengan jaminan. Penahanan mereka diperpanjang 12 hari lagi, sementara investigasi kasus berlanjut.

Pesawat kargo jenis Ilyushin yang mereka awaki diyakini meninggalkan Korea Utara dan memohon izin singgah untuk pengisian bahan bakar di  Don Muang. Ketika pesawat tersebut diperiksa, lebih dari 30 ton senjata ditemukan. Muatannya mencakup granat roket, bahan peledak, dan komponen rudal.

Intrik

Banyak misteri menyelimuti kargo pesawat barang tadi. Beragam spekulasi juga beredar mengenai jatidiri kelima pria, pesawat mereka serta muatan pesawat. Namun, beberapa fakta yang sudah dipastikan sejauh ini memberikan gambaran yang menggelitik rasa ingin tahu.

Pesawat tersebut diyakini memulai perjalanan di Asia Tengah. Pesawat barang itu singgah di beberapa tempat dalam perjalanan ke Korea Utara, termasuk berhenti sebentar di Thailand sejak Jumat.

Akan tetapi, ketika kembali pada Sabtu pagi ke bandara yang sama di Bangkok untuk mengisi bahan bakar, pesawat tersebut digeledah dan timbunan persenjataan ditemukan.

Pertanyaan penting yang masih belum terjawab adalah tujuan akhir pesawat udara tersebut.

Beberapa laporan yang beredar di Thailand menyiratkan Sri Lanka mungkin sedianya menjadi tempat pengisian bahan bakan berikutnya.

Walau mengenai perjalanan lanjutannya, berdasarkan dugaan yang ramai beredar, antara lain mulai dari Pakistan dan Yaman.

Tim penyelidik Thailand kini punya waktu 12 hari lagi untuk meminta keterangan dari para kru. Tapi, sejauh ini kelima pria itu menyatakan tidak tahu menahu muatan yang diangkut pesawat yang mereka awaki.