TEL AVIV, KOMPAS.com — Bukan kali pertama bagi Israel mempertahankan perilaku melawan hukum internasional. Kali ini, para menteri di kabinet PM Benjamin Netanyahu memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemberian dana tambahan bagi permukiman di Tepi Barat.
Menurut kabinet, sekitar 100.000 pemukim berhak mendapatkan dana tersebut. Sementara itu, sebagian besar pendanaan pemerintah ditujukan kepada kelompok yang memerlukan.
Rencana ini memungkinkan kementerian pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan menyalurkan dana tambahan untuk sekitar 2 juta warga Israel. Seratus ribu di antara mereka tinggal di daerah pendudukan.
Pejabat senior pemerintah mengatakan, mereka hanya sebagian kecil dari kelompok yang menerima bantuan. Pejabat tersebut, sebagaimana diwartakan BBC, Senin (14/12/2009), mengatakan, kelompok Arab Israel penerima dana ini jumlahnya delapan kali dari kelompok lainnya.
Namun, minoritas para menteri yang kebanyakan dari Partai Buruh justru menyatakan tak mendukung rencana tersebut. Mereka memperingatkan dana segar tersebut juga akan diterima pemukim ekstrimis.
Hari Jumat, sebuah mesjid di Tepi Barat dibakar. Warga Palestina memandang penghentian izin kegiatan pembangunan bangunan selama 10 bulan tidak cukup.
Mereka mengatakan, terus berlanjutnya pembangunan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur sangat menghambat dimulainya kembali perundingan damai.

