ISLAMABAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, Sabtu (12/12/2009), mengatakan, militer telah mengusir Taliban ke luar Waziristan Selatan, ajang pertempuran utama dalam perang negeri itu melawan faksi santri itu.
Angkatan Bersenjata tahun ini melancarkan banyak operasi di seluruh sabuk suku di bagian barat-laut negeri tersebut, yang berbatasan dengan Afganistan, kubu Taliban Pakistan dan tempat berlindung petempur Al-Qaeda serta gerilyawan lain.
"Operasi telah selesai di Waziristan Selatan, dan kini ada pembahasan mengenai itu ke Orakzai," kata Gilani kepada wartawan di kota Lahore, Pakistan timur.
"Kita tentu saja hidup pada masa penuh cobaan. Pasukan yang mundur tersebut bertekad untuk menghentikan proses pembangunan," kata Gilandi pada pertemuan tahunan mahasiswa di Government College University.
"Pemerintah kita berkomitmen untuk menghalangi jalur mereka dan memelihara budaya kedamaian serta keharmonisan di negeri ini," kata Gilani. Ia merujuk kepada kelompok garis keras.
Para pejabat militer belum bisa dimintai komentari bagi pernyataan Gilani.
Sebanyak 30.000 prajurit bergerak ke dalam wilayah Waziristan Selatan pada Oktober guna membersihkan wilayah suku tersebut dari anggota Taliban, sehingga memicu gelombang pengeboman dan serangan pembalasan.
Gelombang ledakan telah menewaskan 72 orang sejak Senin, dan yang paling mematikan terjadi di Lahore timur, tempat 51 orang tewas dalam dua pemboman bunuh diri di satu pasar di kota yang berpenduduk paling padat kedua di Pakistan.
Banyak gerilyawan diduga telah melarikan diri ke kabupaten Orakzai di pusat sabuk suku itu, tempat tentara menewaskan sembilan gerilyawan dan menghancurkan dua persembunyian dalam serangan udara, Jumat.
Sementara itu, menurut satu pernyataan, helikopter bermeriam dan tentara menewaskan 17 gerilyawan di Kurram tengah, satu dari tujuh kabupaten suku di bagian barat-laut Pakistan.
Tak mungkin untuk mengabsahkan secara terpisah jumlah korban jiwa karena daerah tersebut tak bisa didatangi wartawan dan pekerja bantuan.
PBB, Jumat, mengatakan, lebih dari 40.000 warga sipil telah menghindari operasi militer di Orakzai dan tentu saja memerlukan bantuan kemanusiaan.
Militer menyatakan telah membersihkan lembah Swat dari ancaman gerilyawan dalam satu serangan pada musim semi, kendati serangan sporadis dan bentrokan berlanjut, meskipun mereka mengatakan mereka "membuat kemajuan besar" di Waziristan Selatan.
Pakistan menghadapi gelombang perlawanan oleh gerilyawan garis keras, dan lebih dari 2.680 orang tewas dalam berbagai serangan sejak Juli 2007.

