Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 02:35 WIB
PBB: Bebaskan Anak-anak yang Jadi Tentara Pemberontak
| msh | Sabtu, 12 Desember 2009 | 03:41 WIB
|
Share:

KOLOMBO, KOMPAS.com- Utusan tinggi PBB Patrick Cammaert mendesak Pemerintah Sri Lanka untuk membebaskan prajurit anak-anak Macan Tamil yang ditahan. Mereka harus segera disatukan kembali dengan keluarganya.

"Ratusan anak masih hilang atau terpisah dari orang-tua mereka. Mereka harus disatukan lagi secepat mungkin," kata pejabat PBB asal Belanda itu kepada wartawan, Jumat (11/12) kemarin.

Cammaert bertemu dengan hampir 300 anak yang dipaksa direkrut oleh pemberontak Macan Tamil selama kunjungannya itu. "Praktik terbaik di penjuru-penjuru lain dunia menunjukkan bahwa anak-anak pulih dari pengalaman traumatik ketika mereka tinggal bersama orang-orang yang mereka cintai," kata Cammaert pada akhir kunjungan lima hari ke negara pulau itu.

Seperti diberitakan, pasukan pemerintah menumpas pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) pada Mei lalu, dan menahan ribuan orang, termasuk prajurit anak, yang hingga kini masih berada di kamp-kamp penahanan yang terlarang bagi badan bantuan internasional.

Untuk itu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan organisasi Selamatkan Anak harus diizinkan memasuki kamp-kamp itu untuk membantu pelacakan dan penyatuan kembali anak-anak yang terpisah itu.

Setelah mendapat tekanan gencar internasional, pemerintah Sri Lanka berjanji menutup kamp-kamp itu sebelum akhir Januari.

Masyarakat luas internasional menyuarakan kekhawatiran mengenai jumlah warga sipil yang tewas dalam babak terakhir perang, sementara kelompok-kelompok bantuan mencemaskan keselamatan 300.000 warga Tamil yang ditahan di kamp-kamp yang dikelola pemerintah Sri Lanka.

Sumber :
ANT