Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 00:19 WIB
Usai Melahirkan, Maria Tewas Akibat Flu Babi
Taufiq Zuhdi | tof | Jumat, 11 Desember 2009 | 03:55 WIB
|
Share:

LONDON,KOMPAS.com - Marianne Johnston tak pernah mengira, bahwa kegembiraannya mendapatkan momongan baru hanya berlangsung singkat. Empat hari setelah melahirkan anak kedua dari buah cintanya bersama William Laird, ia harus dirawat di RS dan sebulan kemudian meninggal karena virus flu babi.

Maria tampak sangat gembira ketika Leon kecil lahir. Dua hari setelah persalinan, ia pulang dengan wajah bersama Jay, putra pertamya yang berusia setahun. Tapi, baru saja datang, ia harus kembali ke rumah sakit, karena kondisi badannya yang tak sehat.

Dan, virus itu menyerang terlalu cepat. Keluarganya bahkan tak sempat untuk memiliki foto terbaru yang diambil bersama-sama. "Pada hari Selasa ketika Leon lahir, saya sempat mengambil foto dia memegang bayi. Namun berikutnya, ia sudah berada di rumah sakit kembali untuk mendapatkan perawatan intensif," kata John, kakaknya.

Maria sempat mengatakan kepada seorang perawat yang sedang mengunjunginya di Clydebank, 2 November bahwa ia merasa tidak enak badan. Untuk bernapas, ia harus berjuang dan dikirim ke Glasgow Royal Infirmary.

Ibu Marianne, Christine (53) mengatakan, Maria pernah menghubungi seorang dokter dan kemudian membawanya ke rumah sakit. Dia kemudian mengenakan oksigen topeng, meski masih sempat tersenyum kepadanya.

Tapi dokter itu kemudian memberitahukan kabar buruk, bahwa Maria telah terdiagnosa menderita flu babi.

Adiknya, Kirsty (29) berkata:  "Mereka mengatakan hidupnya berada dalam bahaya. Pada minggu kedua mereka katakan," Kami tidak tahu apa lagi yang bisa kita lakukan untuk dia '. "

Karena kondisinya memburuk, Marianne dipindahkan ke ruang perawatan jantung dan paru-paru spesialis Rumah Sakit Royal Brompton pada 13 November.Saat dirawat, Maria dideteksi mengalamipenyumbatan pembuluh darah dan pendarahan di otak.

Di sisa umurnya, Maria masih peduli untuk menyelamatkan orang lain. Ia mendonorkan ginjal dan hatinya bagi meeka yang membutuhkan.

Lebih dari 400 pelayat datang ke Krematorium Clydebank mengucapkan selamat tinggal kepada Marianne pada hari Selasa. Saudara laki-lakinya John menceritakan bagaimana ibu tanpa pamrih itu telah bermimpi menjadi seorang pekerja sosial ketika ia masih seorang remaja tapi ditolak karena dia masih terlalu muda.

Dia menambahkan: "Marianne orang yang murah hati. Kenyataan bahwa dia ingin bekerja sosial pada usia itu menunjukkan betapa dia orang yang peduli kepada orang lain."

Sumber :