
WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, kesepakatan pengurangan persenjataan nuklir antara Amerika dan Rusia hanya soal waktu.
Clinton mengatakan negosiator AS telah mendapat penjelasan dari Rusia apa yang masih menjadi keberatan mereka dalam draf baru Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START).
"Kami bekerja sangat keras pada akhir negosiasi START," sebut Clinton kepada wartawan. "Saya berpikir bahwa kedua belah pihak berkomitmen untuk menyelesaikan perjanjian START. Ini hanya soal kapan itu akan dicapai."
Hanya sehari setelah perjanjian START yang dibuat pada 1991 berakhir 5 Desember lalu, bekas musuh AS dalam perang dingin itu terlihat percaya diri bahwa mereka harus meneruskan kesepakatan.
Perundingan intensif antara Presiden AS Barack Obama dan rekannya, Persiden Rusia Dmitry Medvedev telah dilakukan, namun hingga kini belum ada kesepakatan.
Keduanya menegosiaskan akan mengurangi jumlah hulu ledak, yakni antara 1.500 dan 1.675 dan jumlah pembawa hulu ledak itu antara 500 dan 1.100. Amerika Serikat mengatakan saat ini memiliki 2.200 hulu ledak nuklir, sementara Rusia diyakini memiliki sekitar 3.000. Harian Rusia Kommersant mengutip pernyataan seorang pejabat Rusia mengatakan, mereka menginginkan kesepakatan pada 18 Desember.