
OSLO, KOMPAS. com - Lebih dari 6.000 orang, Kamis (10/12) menggelar aksi damai menolak diberikannya hadiah Nobel Perdamaian untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Mereka mengecam pidato Obama yang membenarkan perang.
Obama dalam pidato penerimaan sebelumnya mengatakan bahwa perang kadang-kadang perlu, dan perang pada tingkat tertentu adalah ekspresi perasaan manusia.
Beberapa demonstran kemarin membawa spanduk bertuliskan "Tidak untuk Senjata Nuklir" dan simbol-simbol membawa simbol perdamaian. Sementara, 3.000 pengunjuk rasa lainnya mengambil bagian dalam sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Prakarsa Perdamaian Norwegia.
Mereka menyerukan diakhirinya perang di Afganistan, mengontrol perdagangan senjata, menghentikan senjata nuklir dan mengakhiri pembangunan permukiman Israel. "Ya, Ya, Ya Kita Bisa, Hentikan Perang di Afganistan," teriak mereka.
"Kami di sini untuk memberi dorongan Obama agar dia bertindak dalam semangat Nobel Perdamaian, yakni mengambil langkah konkret untuk menghentikan perang di Afganistan," kata salah satu penyelenggara untuk Prakarsa Perdamaian Norwegia, Benjamin Endre Larsen kepada AFP.
Larsen juga mendesak Obama untuk menerapkan aturan pengendalian perdagangan senjata,perlucutan senjata nuklir secara cepat dan menekan pemerintah Israel agar segera menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat.
Ribuan warga Oslo kemarin turun ke jalan dengan harapan bisa melihat presiden AS itu. Sepanjang hari Kamis, helikopter militer terus berjaga mengitari Oslo dan sejumlah penembak jitu berjaga-jaga di atas atap hotel tempat acara digelar.
Sejumlah persenjataan dikerahkan di dekat bandara dan sekitar Oslo, serta 2.500 polisi untuk melindungi Obama.
"Kami menolak ideologi pemerintah dan Komite Nobel Perdamaian yang memberikan penghargaan kepada seseorang yang sebenarnya telah meningkatkan kekerasan di Timur Tengah," ucap aktivis perdamaian Amerika, Cindy Sheehan, yang diundang ke Oslo oleh Norwegian Peace Initiative.
"Pidato Obama itu mengatakan kepada kita bahwa satu-satunya cara untuk perdamaian adalah melalui perang, dan kita harus menolak itu," katanya, mengacu pada Obama.
"Demonstrasi ini untuk mendorong agar dia bertindak," kata Alyn Ware, seorang aktivis dari Selandia Baru yang tahun ini dianugerahi Right Livelihood Award, atau kerap disebut Nobel alternatif untuk kerjanya ke arah perlucutan senjata nuklir.
"Ini bukan untuk mengkritik Obama sepenuhnya, tapi hanya untuk mengatakan, hiduplah dengan visi. Anda sedang diberi penghargaan Nobel perdamaian ini, Anda sudah bicara tentang non-kekerasan, namun Anda masih terlibat dalam perang di Afganistan, "katanya kepada televisi Norwegia.
Sebelumnya, aktivis Greenpeace mendorong Obama mengikuti kesepakatan iklim, sedangkan pengunjuk rasa Italia menyoal pembangunan pangkalan AS di luar Venesia. Obama kemarin ambil bagian dalam perjamuan tradisional di Grand Hotel pada Kamis malam, dan dijadwalkan meninggalkan Oslo Jumat pagi ini.