
TORONTO, KOMPAS.com - Seorang warga Kanada yang berpura-pura menjadi penyihir untuk memperdayai korbannya, kini tengah menghadapi persidangan atas dirinya, Kamis. Persaud Vishwantee didakwa melakukan penipuan kepada seorang pengacara di Toronto dengan berpura-pura melakuan praktik sihir.
"Sihir itu adalah bagaimana ia mengaitkan apa yang dilakukannya dengan serangkaian penipuan besar berikutnya terhadap korban," kata detektif polisi Toronto, Corey Jones yang menyelidiki kasus ini.
Menurut Jones, awalnya Vishwantee datang kepada korban dengan mengatakan ia bisa membaca kartu tarot. Saat membacakan itu, ia mengatakan bahwa arwah adik korban telah kembali dan merasuk ke dalam dirinya. Ia kemudian mengatakan akan membimbing korban mengelola keuangan untuk kesuksesan bisnisnya.
Kata-kata ini akhirnya dipercaya korban, hingga membuat keduanya berteman dan terlibat dalam urusan bisnis. Di saat demikian, pelaku pun mulai melakukan aksinya. Dia peloroti korban dengan menguras hartanya dengan berbagai alasan, misalnya untuk urusan iuran sekolah, pengobatan kanker dan sebagainya.
Penipuan ini baru terbongkar setelah selama satu tahun korban mengalami berbagai kegagalan dalam bisnisnya.
"Seperti keluar dari mabuk, korban akhirnya menyadari ada sesuatu yang salah dan ia kemudian menghubungi polisi," kata Jones.
Ketentuan tentang sihir di Kanada dibuat pada 1892 ketika praktik itu sudah mulai ditinggalkan. Namun, hal itu kini menjadi kekhawatiran justru akan melegalkan sihir yang berpotensi digunakan untuk penipuan. "Hukum itu tidak ditujukan pada penyihir, melainkan pada dalih menggunakan sihir untuk memisahkan seseorang dari uang mereka," katanya.
Bila dinyatakan bersalah, terdakwa akan dijerat kurungan selama enam bulan dan denda 2.000 dolar Kanada . Dia juga menghadapi dua tuduhan penipuan. Persaud sekarang dalam tahanan untuk menunggu persidangan berikutnya.