Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:22 WIB
Obama Tampil Pede saat Terima Nobel
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 10 Desember 2009 | 23:38 WIB
|
Share:

OSLO, KOMPAS.com - Presiden Barack Obama tetap pede saat menerima hadiah Nobel Perdamaian, Kamis (10/12), di tengah munculnya sejumlah kritikan yang dialamatkan kepadanya. Dalam sambutan yang ia berikan, dengan kata-kata sederhana, Obama menyebut apa yang ia lakukan adalah sebuah prestasi. Ia memberikan 'pembelaan' atas kebijakan mengirim pasukan untuk berperang di Afganistan dan berjanji akan meggunakan semangat dari penghargaan yang ia perolah untuk meraih tatanan dunia yang seharusnya .

Obama menjadi presiden AS pertama dalam 90 tahun yang menerima hadiah nobel perdamaian atas kebijakannya melakukan perang dengan negara lain. Hari ini, ia mengambil hadiah itu bersama istrinya, Michelle dalam sebuah upacara.

Obama mengungkapkan, kebijakan pengiriman 30.000 pasukan ke Afganistan untuk berperang tak lain untuk menghadapi dunia sebagaimana adanya. Semua itu juga dilakukan dalam rangka melindungi dan membela kepentingan Amerika Serikat.

"Sebuah gerakan antikekerasan tidak bisa menghentikan pasukan Hitler. Negosiasi tidak bisa meyakinkan para pemimpin al Qaida untuk meletakkan senjata mereka," kata Obama.

"Untuk mengatakan bahwa kadang-kadang diperlukan gaya (berperang) bukanlah istilah untuk sinisme, itu adalah pengakuan sejarah."

Obama mengatakan, melakukan perang atas dasar pertimbangan kemanusiaan untuk membela bangsa yang diserang dapat dibenarkan. Seperti ketika ada warga sipil dibantai oleh pemerintah mereka sendiri, atau adanya perang saudara yang mengancam semua wilayah.

"Kepercayaan bahwa perdamaian yang diinginkan akan tercipta sering tidak cukup untuk mencapai itu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Obama juga menekankan perlunya melawan perang sesuai aturan perilaku, yang menolak adanya penyiksaan dan metode lainnya. Ia mengingatkan perlunya menghindarkan cara-cara kekerasan, dan lebih menggunakan diplomatik dan sanksi,  untuk menghadapi negara-negara seperti Iran atau Korea Utara yang menentang permintaan internasional untuk menghentikan program nuklir mereka atau orang-orang seperti Sudan, Kongo atau Burma yang menganiaya warganya.

"Mari kita meraih dunia yang seharusnya," kata Obama. "Kita dapat mengerti bahwa akan ada perang, dan kita masih harus berjuang untuk perdamaian."

Obama yang berbicara selama 36 menit itu sempat membuat kejutan dengan mengatakan, bahwa masih ada orang lain yang lebih banyak berbuat dan lebih pantas menerima kehormatan menerima hadiah tersebut.

Sebelumnya, Obama telah mengatakan bahwa kritik akan surut jika apa yang ia perjuangkan tercapai. "Kalau saya tidak berhasil, maka semua pujian di dunia tidak akan menyembunyikan fakta itu," katanya.

Cepatnya Obama menerima penghargaan setelah pengumuman pengiriman pasukan ke Afganistan memang memancing reaksi sebagian aktivis perdamaian.

Kemarin, puluhan demonstran antiperang berkumpul di belakang pagar kawat di dekat lokasi pertemuan Obama dengan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg. Mengenakan kerudung hitam dan melambai-lambaikan spanduk, para demonstran memukul genderang dan meneriakkan slogan anti-perang. Mereka mempertanyakan dan meragukan slogan Obama yang akan melakukan perubahan.

Sumber :
AP