Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 07:45 WIB
Taliban Peringatkan Korea Selatan
Egidius Patnistik | made | Kamis, 10 Desember 2009 | 19:03 WIB
|
Share:

EPA/SELTAN MOHAMMAD
Polisi Afganistan memeriksa sebuah rumah yang hancur di pinggiran Kabul, Afganistan, Rabu (30/4), setelah polisi menyerbu untuk menangkap sejumlah anggota kelompok Taliban yang bersembunyi di sana. Diduga, lima anggota kelompok Taliban yang berada di tempat itu meledakkan diri menghindari ditangkap polisi.

TERKAIT:

KABUL, KOMPAS.com — Taliban, Kamis (10/12/2009), menuduh Korea Selatan (Korsel) ingkar janji untuk tidak mengirim pasukan ke Afganistan setelah  kelompok itu membebaskan 19 sandera Korsel dua tahun lalu. Taliban memperingatkan, pasukan Korsel akan menghadapi konsekuensi serius jika janji itu benar-benar dilanggar.

Seoul memutuskan pekan ini untuk mengirim 350 tentara ke Afganistan pada Juli depan, dua tahun setelah negara itu menarik satu kontingen berkekuatan 220 personel zeni militer dan medis untuk ditukarkan dengan pembebasan para sandera Korea itu.

Pada saat itu Korsel mengatakan, penarikan itu sudah direncanakan. "Mereka berjanji akan menarik pasukan dari Afganistan dan tidak akan pernah mengirim serdadu ke negara itu di masa depan," kata Taliban dalam sebuah pernyataan yang ditulis dalam bahasa Inggris dan dikirim kepada wartawan.

Emirat Islam Afganistan memperingatkan Korea Selatan bahwa jika mereka tetap mengirim pasukan ke Afganistan dan melanggar janji-janji mereka, maka mereka harus bersiap-siap untuk menghadapi konsekuensi-konsekuensi atas tindakan mereka, yang mereka pasti akan hadapi.

"Taliban menculik 23 relawan gereja Korsel ketika mereka melakukan perjalanan antara Kabul dan provinsi Kandahar, Afganistan, selatan Juli 2007. Para gerilyawan itu menembak mati dua sandera dan membebaskan dua lainnya pada saat perundingan pembebasan mereka, sebelum akhirnya semua sandera yang tersisa, sebagian besar wanita muda, dibebaskan.

Taliban menuntut penarikan pasukan Korsel dari Afganistan sebagai imbalan pembebasan para sandera. Pemerintah Korsel mengatakan, 350 tentara yang didukung oleh helikopter-helikopter dan 140 pekerja rekonstruksi akan ditempatkan di Provinsi Parwan, persis di utara Kabul, selama 30 bulan mulai 1 Juli tahun depan.

Sumber :
ANT