BOGOTA, KOMPAS.com - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) perwakilan Kolombia meminta pemerintah setempat meningkatkan perlindungan bagi masyarakat adat. Ini untuk mengantisipasi semakin meningkatnya pembunuhan terhadap warga pribumi.
Mengutip temuan sebuah lembaga penelitian setempat, antara Januari hingga Oktober 2009, jumlah warga dari masyarakat adat yang tewas sebanyak 94 orang. Angka ini meningkat sekitar 64 persen dibanding 10 bulan pertama tahun 2008.
"Di Kolombia, masyarakat adat dan Afro-Kolombia menjadi korban dari diskriminasi dan kekerasan, terutama sebagai bagian dari kerusuhan sipil bersenjata," demkkian pernyataan kantor PBB perwakilan Kolombia.
"Ini memerlukan upaya-upaya dari pemerintah Kolombia untuk segera melakukan pengamanan terhadap etnis minoritas," katanya.
Di antara daerah yang paling parah dilanda kekerasan adalah mereka yang tinggal di selatan Kolombia. "Orang-orang AWA tahun ini banyak dikejutkan oleh pembantaian, ancaman, perpindahan dan pengurungan yang membuat mereka khawatir."

