Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 07:37 WIB
PBB Prihatin Pembunuhan Masyarakat Adat
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 10 Desember 2009 | 02:34 WIB
|
Share:

AP Photo/Scott Dalton
Raul Reyes, tokoh pemberontak utama Kolombia, terlihat di La Tunia, Kolombia, pada foto tertanggal 16 Juli 1999. Ia adalah kepala perunding Revolutionary Armed Forces of Colombia (Pasukan Bersenjata Revolusioner Colombia/FARC) yang tewas Sabtu (1/3) lalu.

TERKAIT:

BOGOTA, KOMPAS.com - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) perwakilan Kolombia meminta pemerintah setempat meningkatkan perlindungan bagi masyarakat adat. Ini untuk mengantisipasi semakin meningkatnya pembunuhan terhadap warga pribumi.

Mengutip temuan sebuah lembaga penelitian setempat, antara Januari hingga Oktober 2009, jumlah warga dari masyarakat adat yang tewas sebanyak 94 orang. Angka ini meningkat sekitar 64 persen dibanding 10 bulan pertama tahun 2008.

"Di Kolombia, masyarakat adat dan Afro-Kolombia menjadi korban dari diskriminasi dan kekerasan, terutama sebagai bagian dari kerusuhan sipil bersenjata," demkkian pernyataan kantor PBB perwakilan Kolombia.

"Ini memerlukan upaya-upaya dari pemerintah Kolombia untuk segera melakukan pengamanan terhadap etnis minoritas," katanya.

Di antara daerah yang paling parah dilanda kekerasan adalah mereka yang tinggal di selatan Kolombia. "Orang-orang AWA tahun ini banyak dikejutkan oleh pembantaian, ancaman, perpindahan dan pengurungan yang membuat mereka khawatir."

Sumber :
AFP