MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia dan Amerika Serikat (AS) segera menandatangani pakta persenjataan baru yang akan memangkas senjata nuklir dan mengganti perjanjian START-1 yang sudah kedaluwarsa.
"Pertanyaan tersebut mudah. Perjanjian akan ditandatangani segara," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah konferensi pers di Moskwa, Rabu (9/12). Ia ditanya, apakah kesepakatan baru tentang pakta persenjataan ditandatangani sebelum konferensi perubahan iklim PBB di Kopenhagen berakhir pada 18 Desember.
Namun, Lavrov tidak merinci tanggal yang pasti. Draf pakta persenjataan yang baru telah menjadi elemen kunci dalam upaya Moskwa dan Washington menata hubungan setelah serangkaian ketegangan beberapa tahun terakhir. Setelah melalui perundingan yang berlangsung berbulan-bulan, Moskwa dan Washington belum sepakat untuk mengganti pakta START-1 yang berakhir pada 5 Desember.
Kedua negara itu menyatakan tidak akan membeberkan rincian pembicaraan mereka. Namun, sumber dari kedua pihak memberi sinyal bahwa hanya sedikit elemen dari perjanjian baru itu, yang akan memangkas persenjataan nuklir Rusia dan AS, merupakan hal luar biasa.


