Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 07:31 WIB
Ribut Mulut Lantaran "Idiot"
Josephus Primus | primus | Rabu, 9 Desember 2009 | 13:19 WIB
|
Share:
AP Photo/Eugene Hoshiko
Sebuah pesawat milik Shanghai Airlines saat berada di Bandara Internasional Pudong di Shanghai, China, 29 Januari 2005, sebelum melakukan penerbangan langsung pertama dari China daratan ke Taiwan. China dan Taiwan mulai Senin (15/12) ini melakukan pener- bangan langsung reguler di antara mereka. Juga dilakukan pelayaran langsung. Kedua pihak sepakat meningkatkan hubungan ekonomi.
Foto:

TERKAIT:

TAIPEI, KOMPAS.com - Semoga Perdana Menteri Taiwan Wu Den-yih tak sekadar asal omong lantaran kata "idiot" yang terlontar dari mulutnya. Ceritanya begini, Den-yih yang berasal dari Partai Kuomintang yang pro-China daratan mengeluarkan pernyataan macam begitu.

"Jelas tak mungkin buat Taiwan untuk merdeka dari China. Kalau pun hal itu terjadi, bakal terjadi perombakan internal. Taiwan pun bakal ditekan pihak internasional," kata Den-yi kala diwawancarai radio lokal, Selasa (8/12/09).

"Cuma orang yang tak punya tanggung jawab atau idiot yang ingin Taiwan merdeka," begitu ucapnya.

Nah, karuan saja, omongan Den-yi bak api yang dilempar ke genangan minyak tanah. Soalnya, Partai Progresif Demokratik (DPP) yang prokemerdekaan langsung buka suara. "Taiwan itu sudah lama jadi negeri merdeka, apa pun namanya. Nah, sekarang silakan lihat, siapa sesungguhnya yang idiot," sambar Chiu Yi-ying dari DPP sebagaimana diwartakan AFP

Di bawah kepemimpinan DPP pada 2000-2008, hubungan Taiwan yang menamakan dirinya Republik China berada di titik terendah dengan China.  

Kini, di bawah Presiden Ma Ying-jeou asal Kuomintang, hubungan itu sedikit demi sedikit membaik tatkala relasi perdagangan dan turisme dengan China ditingkatkan.