BOJONEGORO, KOMPAS.com - Sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bojonegoro berunjuk rasa ke Kantor DPRD setempat Rabu (9/12) dalam memperingati hari korupsi. Uniknya mereka membawa buah mangga dan pisang menyimbolkan pencuri semangka, pisang, jagung diadili sementara para koruptor yang mencuri uang rakyat miliaran rupiah bebas berkeliaran.
Pengunjuk rasa memulai aksi di tugu Adipura Sumbang dengan membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan yang melintas. Sementara di depan DPRD Bojonegoro, Jalan Mas Tumapel, mereka berorasi dan menandatangani kain putih soal dukungan gerakan anti korupsi.
Pengunjukrasa ditemui Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro M Fauzan. Dari DPRD mereka melanjutkan unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro Jalan Kartini. Koordinator aksi, Abdul Munif mengatakan korupsi harus diberantas tuntas. "Tidak adil, koruptor bisa bebas, sementara pencuri mangga diadili," katanya.
Pengunjuk rasa menuntut agar kasus Bank Century diusut tuntas. Mereka juga menuntut Budiono (Wakil Presiden dan mantan Gubernur Bank Indonesia) dan Sri Mulyani (Menteri Keuangan) diadili. Mereka juga minta agar kasus korupsi di Bojonegoro seperti pengelolaan rumah sakit tipe B, sekolah terpadu, dugaaan penyelewengan perjalanan dinas DPRD Bojonegoro, audit penerangan jalan umum, dan korupsi pengadaan motor dinas, korupsi anggaran Persibo, bantuan MCL segera dituntaskan.

