YEREVAN, KOMPAS.com - Para anggota parlemen Armenia menyetujui rencana mengirimkan 40 tentara untuk bertugas bersama dengan pasukan NATO di Afganistan.
Tindakan itu menyusul permintaan AS pada sekutu internasionalnya untuk membantu jumlah tentara seluruhnya menjadi sekitar 150.000 guna melancarkan serangan baru dalam perang melawan gerilyawan Taliban dan al Qaida di Afganistan.
Menteri Pertahanan Seiran Oganian mengatakan pada para anggota parlemen, sumbangan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan wibawa internasional negara itu dan memperkuat kepercayaan dalam pasukan bersenjata mereka di antara para mitra potensial.
Ia menyatakan satu pleton infantri, seorang dokter dan tiga pejabat staf akan tiba di Afganistan pada Februari dan beroperasi di bawah komando Jerman. Pasukan Armenia akan dilibatkan dalam menjaga landasan pacu bandara di kota Kunduz dekat perbatasan dengan Tajikistan.
Aermenia telah menyumbang sejumlah kecil tentara pada misi militer internasional pimpinan-AS sebelumnya, termasuk satu kesatuan dari 46 tentara yang bertugas di bawah komando Polandia di Irak antara 2005 dan 2008.


