MIRANSHAH, KOMPAS.com - Satu pesawat tak berawak Amerika Serikat diduga melakukan dua serangan rudal ke tempat persembunyian Al Qaeda dan Taliban di daerah sabuk suku Pakistan di perbatasan Afganistan, Selasa (8/12). Serangan tersebut sedikitnya menewaskan tiga gerilyawan, kata para perwira intelijen.
Serangan di wilayah Waziristan Utara tersebut adalah serangan pertama sejak pidato Presiden AS Barack Obama pekan lalu menegaskan rencana untuk mengirim 30.000 tentara tambahan ke Afganistan.
Obama mengatakan Pakistan tak boleh mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok gerilyawan.
Pesawat-pesawat tak berawak AS melakukan serangan rudal di beberapa daerah Pakistan selama tahun lalu.
Sebelumnya, satu bom meledak di dekat gedung pengadilan di kota Peshawar, Pakistan, Senin, dan menewaskan sedikitnya lima orang, kata beberapa pejabat.
Gerilyawan Muslim telah meledakkan sejumlah bom di kota di bagian barat-laut Pakistan tersebut di dekat perbatasan dengan Afganistan, sebagai pembalasan terhadap serangan militer atas kubu mereka di Wazirista Selatan, sehingga menewaskan beberapa ratus orang.
Beberapa saksi mata mengatakan bom tersebut tampaknya diletakkan di becak di dekat pengadilan tersebut. "Lima mayat telah dibawa ke rumah sakit," kata Sahib Gul, dokter di rumah sakit utama pemerintah di kota itu.
Militer Pakistan, yang mendukung kelompok gerilyawan dalam perang dukungan AS melawan pendudukan bekas Uni Soviet di Afganistan, sekarang menghadapi aksi perlawanan keras di tanahnya sendiri. Sementara itu tekanan AS terus meningkat untuk menghancurkan gerilyawan di berbagai daerah yang berbatasan dengan Afganistan.
Peshawar, ibu kota Provinsi Perbatasan Barat-Laut, telah menghadapi serangan paling keras dalam serangkaian serangan bom belakang ini.

