BUCHAREST, KOMPAS.com - Dua kandidat presiden mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden Rumania yang berlangsung Minggu (6/12).
Mircea Geoana, mantan menteri luar negeri dan pemimpin sayap kiri Demokrat Sosial, mengklaim kemenangan yang ditunjukkan lewat sebuah hasil jajak pendapat sebagai kemenangan bagi yang normal, kemenangan bagi kesopanan, untuk semua warga negara yang menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Tetapi Traian B?sescu sebagai calon incumbent membantah hasil itu dengan mengatakan bahwa jajak pendapat itu menyesatkan. "Anda akan melihat sebuah manipulasi di stasiun televisi, yang telah dimanipulasi selama tiga tahun. Hari ini Anda bisa percaya padaku sepenuhnya ketika saya katakan, saya menang," katanya.
Lembaga poling Insomar dalam jajak pendapatnya menempatkan Geoana sebagai pemenang dengan 51,6 persen suara dan B?sescu di 49,8 persen. Sementara lembaga Curs menempatkan Geoana dengan 50,8 persen dan B?sescu dengan 49,2 persen.
Kedua kandidat menyatakan akan membawa Rumania keluar dari krisis politik dan ekonomi selama 20 tahun, dengan menghilangkan korupsi dan memulihkan kepercayaan publik.
"Kami menyimpulkan 20 tahun sejak berakhirnya komunisme, hari ini kita harus mengakhiri transisi. Mulai besok kita akan maju bersama negara-negara Eropa," kata Geoana.
"Kami berkomitmen untuk mengakhiri krisis politik dan dalam beberapa hari kita akan memiliki pemerintah dengan rencana yang nyata untuk memerangi krisis ekonomi".
Dia mengucapkan terima kasih tokoh konservatif, Crin Antonescu yang memenangkan 20 persen suara dalam putaran pertama pemilihan presiden dan memberikan dukungannya di belakang Geoana.
Rumania telah mengalami kekosngan pemerintahan sejak parlemen memecat Perdana Menteri Emil Boc dengan mosi tidak percaya. Putaran pertama pemilihan pada 22 November lalu dirusak dengan adanya dari berbagai pihak adanya jual beli suara. Ada laporan serupa hari Minggu.