PERM, KOMPAS.com - Paling tidak 109 orang tewas dan 134 lainnya cedera ketika terjadi kebakaran akibat ledakan petasan yang terjadi di sebuah klub malam Rusia. Ratusan pengunjung berebut ke luar gedung itu untuk menyelamatkan diri dari gumpalan asap hitam beracun.
Pertunjukan petasan di klub malam Lame Horse, kota Perm, Rusia, Jumat (4/12) malam mengalami kesalahan yang menimbulkan kebakaran di pelapis langit-langit dan dinding dalam satu acara memperingati ulang tahun kedelapan klub itu.
Ketika para peserta acara berebut ke luar melalui satu-satunya pintu, sejumlah orang jatuh dan terinjak sampai tewas. Para dokter mengatakan banyak dari mereka yang dibawa ke rumah sakit masih hidup dengan menggunakan alat pernafasan. Sejumlah orang dari mereka mengalami luka bakar hingga 60 persen. Korban luka parah dikirim ke unit-unit khusus di Moskow, St Petersburg dan kota-kota lain.
Seorang korban yang selamat, yang mengaku bernama Svetlana menuturkan, "Segalanya terbakar begitu cepat dan terjadi hanya beberapa detik. Kami tidak dapat lewat, semua orang saling dorong dari segala arah."
Presiden Dmitry Medvedev memerintahkan hari berkabung nasional Senin (7/12) dan meminta para pemilik klub itu dikenakan hukuman berat. Ia mengatakan para pemilik klub itu berulang-ulang diperingatkan bahwa kompleks itu tidak aman.
"Mereka tidak memiliki otak atau kesadaran," kata Medvedev kepada para menteri dalam satu pertemuan yang diliput televisi, mengecam para pemilik klub karena tidak segera melaporkan segera setelah musibah itu.
Menurut Kementerian urusan Darurat, korban tewas tertua, berusia 44 tahun dan termuda 21 tahun. Ratusan bunga anyelir merah dan lilin diletakkan dekat klub itu.
Kebakaran Jumat itu merupakan peristiwa terburuk dengan jumlah korban jiwa paling banyak dalam sejarah puluhan tahun Rusia, kata para pejabat kementerian itu. Kebakaran ini juga peristiwa terburuk di dunia sejak kebakaran di sebuah klub di Buenos Aires pada tahun 2004 yang terjadi pada tahun 2004.
Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev mengatakan, tidak ada bukti ledakan bom. Lima karyawan termasuk pemilik dan para pendiri klub telah ditahan karena diduga melanggar peraturan-peraturan menyangkut kebakaran dan pembunuhan.


