
MEKKAH, KOMPAS.com -
”Proses pemulangan berjalan sesuai jadwal. Tetapi, memang ada kepadatan antrean jemaah di bandara,” ujar Kepala Daerah Kerja Jeddah Subhan Cholid kepada wartawan Kompas Subhan SD di Mekkah, Kamis (3/12).
Kepadatan, antara lain, disebabkan keterbatasan gate dibandingkan dengan jumlah jemaah yang hendak pulang. Dalam sehari ada 200-300 penerbangan di bandara itu. ”Selain itu, masalah petugas bandara yang melakukan pengecekan sangat ketat bisa juga menghambat,” kata Corporate Secretary Garuda Pujobroto.
Oleh karena itu, dengan kepadatan itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, pemulangan jemaah pada masa awal pemulangan bisa saja tertunda.
Sebelumnya, Media Center Haji melaporkan, 132 anggota jemaah dari biro perjalanan khusus Al-Ahram Sarana Wisata Jakarta tertinggal pesawat. Jemaah baru tiba di bandara lima jam setelah jadwal keberangkatan pesawat pada Selasa pukul 17.30 lalu.
Jemaah kecewa karena sempat telantar di bandara. Namun, Teddy C dari biro perjalanan tersebut mengatakan, hal itu terjadi akibat keterlambatan pihak muassasah. ”Saya belum bertemu dengan pihak biro perjalanan, tetapi jemaah sudah diurus pihak biro perjalanan,” kata Subhan Cholid.
Jemaah haji kelompok terbang pertama embarkasi Jakarta bersama Menteri Agama Suryadharma Ali terlambat tiba di Tanah Air. Keterlambatan tiba selama 2-3 jam itu diperkirakan terjadi hingga 10 hari ke depan.
Rombongan Menteri Agama beserta 450 anggota jemaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta dijadwalkan tiba di Tanah Air, Kamis pukul 08.35. Namun, mereka baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 11.15, terlambat 2 jam 40 menit.
Keterlambatan pulang juga dialami jemaah haji kloter I, II, dan III debarkasi Surabaya, Kamis. Keterlambatan tiga kloter yang berisi 1.355 orang Lamongan itu bervariasi mulai 30 menit hingga 3,5 jam.