DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebuah ledakan yang menghantam satu bus Iran di Damaskus, Suriah, Kamis (3/12), dan menewaskan tiga orang "bukan aksi teroris" tapi ledakan ban sewaktu ban itu sedang diperbaiki, kata Menteri Dalam Negeri Suriah Saeed Sammur.
"Itu sama sekali bukan aksi teroris," kata Sammur kepada wartawan di tempat kejadian. "Itu terjadi sewaktu satu ban bus yang kosong sedang diperbaiki. Ledakan terjadi akibat tekanan yang sangat kuat."
"Dua pekerja yang sedang memperbaiki ban tersebut dan pengemudi bus, yang sedang berdiri dekat mereka, tewas dalam ledakan itu," katanya.
Ia tidak mengatakan apakah ada orang lain yang cedera dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya beberapa saksi mata mengatakan ledakan yang terjadi pada satu bus yang membawa peziarah Iran di dekat sebuah masjid penting Syiah di ibu kota Suriah, Damaskus, Kamis, menewaskan "sedikitnya enam orang".
"Potongan tubuh masih tergeletak di sekitar bus itu," kata seorang saksi mata kepada kantor berita Inggris Reuters. Beberapa orang lagi cedera akibat ledakan di daerah Masjid Sayyeda Zainab, Damaskus.
Suriah menghadapi serangkaian serangan bom dalam beberapa tahun belakangan. Satu serangan bom mobil terhadap kompleks keamanan di dekat bandara Damaskus menewaskan 17 orang pada September 2008. Serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok garis keras yang berpangkalan di Lebanon dan mempunyai hubungan dengan jaringan Al Qaeda.


