Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 02:44 WIB
Empat Militan Muslim Ditahan
Taufiq Zuhdi | tof | Kamis, 3 Desember 2009 | 03:49 WIB
|
Share:

EPA/ANINDITO MUKHERJEE
Mahasiswa Universitas Delhi, India, berpartisipasi dalam aksi protes menentang terorisme, Selasa (3/2) di New Delhi, India. Aksi protes ini diorganisasi oleh Serikat Mahasiswa Universitas Delhi dalam upaya memobilisasi anak muda dan mendorong mereka agar punya tanggung jawab sosial, termasuk dalam memberantas aksi terorisme.

TERKAIT:

NEW DELHI, KOMPAS.com - Polisi di India dan Bangladesh hari Rabu menangkap empat tersangka militan Muslim garis keras, termasuk satu orang yang dituduh terlibat dalam serangkaian ledakan di Bangalore, India, tahun lalu.

Sejumlah pejabat tinggi keamanan dari kedua negara Asia Selatan itu, yang mengadakan pertemuan di New Delhi, mengatakan, orang-orang itu adalah anggota kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT), yang dituduh India bertanggung jawab atas serangan-serangan di Mumbai tahun lalu yang menewaskan 166 orang.

Sekretaris Kementerian Dalam Negeri India GK Pillai mengatakan, dua dari para tersangka itu ditangkap di perbatasan India-Bangladesh pada Rabu pagi. Ia mengidentifikasi salah seorang dari mereka sebagai T Nazir, yang dituduh sebagai dalang sembilan ledakan yabg menewaskan  dua orang dan mencederai enam lain di Bangalore pada Juli 2008.
     
Sekretaris Kementerian Dalam Negeri Bangladesh Abdus Sobhan Sikder mengatakan, polisi di negaranya juga menangkap dua orang lain yang dituduh sebagai gerilyawan LeT. "Salah seorang dari mereka adalah seorang warga Bangladesh dan kewarganegaraan seorang lagi masih belum dipastikan," kata Sikder kepada wartawan di New Delhi.
       
Sikder, yang berada di New Delhi untuk merampungkan persiapan rencana kunjungan tiga hari ke India oleh PM Bangladesh Sheikh Hasina mulai 18 Desember, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah itu.

Sejumlah pejabat India menuduh serangan di Mumbai tahun lalu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, jurubicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka.

Sumber :
ANT, AFP