Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:54 WIB
Pemerintah Sri Lanka Bebaskan Penduduk Sipil
Josephus Primus | primus | Selasa, 1 Desember 2009 | 14:34 WIB
|
Share:

BBC
Sekitar 6.000 pengungsi perang suku Tamil telah diperbolehkan dari kamp pengungsian utama di Sri Lanka.

TERKAIT:

KOLOMBO, KOMPAS.com - Ribuan penduduk sipil Sri Lanka yang berada di kamp-kamp milik pemerintah sejak berakhirnya konflik separatisme di negara itu Mei lalu Selasa (1/12) dibebaskan, kata seorang penjabat.
   
Sekitar 128.000 pria, wanita, dan anak-anak telantar selama serangan terakhir akan dibebaskan untuk meninggalkan kamp-kamp militer yang dijaga kuat itu, di distrik Vavuniya, 260 kilometer di utara Kolombo.
   
"Pada hari ini lebih dari 1.000 keluarga yang terdiri sekitar 6.000 orang telah siap untuk dikeluarkan dari kamp," kata N. Thirugnanasampanther, petugas senior pelayanan sipil di Vavuniya, kepada AFP Selasa.
   
"Transportasi keluar dari kamp menjadi masalah, namun orang-orang itu tampaknya sangat senang untuk meninggalkannya," imbuhnya.
   
Dia mengatakan, bahwa para tahanan diduga tidak diperbolehkan segera  pulang ke rumah mereka, dan mungkin masih harus berada di kamp-kamp tersebut hingga kini.
   
Kamp-kamp itu, yang dikecam oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM), menampung 280.000 orang pada puncaknya Mei lalu.
   
Sebagian besar mereka berasal dari kelompok etnis Tamil, yang dijadikan dasar pemberontakan separatis Macan Tamil dalam perang selama 37 tahun.
   
Pihak militer menumpas kepemimpinan Macan Tamil dalam satu serangan, namun orang-orang yang terlantar ditahan karena pemerintah mengatakan, pihaknya perlu menyeleksi mereka agar desa-desa mereka bersih dari pemberontak dan ranjau darat.
   
Para pejabat mengatakan, mereka tidak akan menerima bantuan negara untuk pemulangan mereka.
   
Berdasarkan desakan kuat internasional, pemerintah telah menjanjikan untuk menutup kamp-kamp itu pada akhir Januari.
  

Sumber :
Ant