Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:52 WIB
Jalan Jadi Pemicu Gangguan Hubungan China dan India
Josephus Primus | primus | Senin, 30 November 2009 | 18:16 WIB
|
Share:

SRINAGAR, KOMPAS.com - Pekerjaan pembangunan sebuah jalan pegunungan di Kahsmir yang dikuasai India dekat perbatasan dengan China dihentikan setelah adanya keberatan dari militer China, kata seorang pejabat dan sebuah laporan, Senin (30/11).
    
"Jalan yang sedang dibangun itu adalah untuk penduduk lokal setelah tuntutan mereka," kata seorang pejabat pemerintah dari Leh, ibu kota daerah Ladakh tempat jalan yang sedang dibangun itu, kepada AFP.
    
Pejabat yang tidak bersedia namanya disebutkan itu, mengatakan pekerjaan itu telah dihentikan  sekitar tiga bulan lalu. "Kami telah membangun empat kilometer jalan ketika China datang dan meminta pekerjaan itu dihentikan," kata menteri besar negara bagian itu, Omar Abdullah yang dikutip surat kabar Indian Express, Senin.
    
"Kami telah memberitahu  pemerintah India tentang hal itu," katanya.
    
Kashmir terbagi dua antara India dan Pakistan yang sama-sama memiliki senjata nuklir. China menguasai satu daerah kecil dari wilayah Himalaya yang memiliki panorama indah itu.
    
Jalan sepanjang delapan kilometer itu dibangun berdasarkan rencana  pembangunan pedesaan pemerintah di daerah Demchok dari wilayah  Ladakah yang berpenduduk mayoritas beragama Buddha dekat Garis Kontrol (LOC)-- satu demarkasi yang memisahkan Kashmir India dengan bagian yang dikuasai China.
    
Jalan itu menambah pada daftar masalah-masalah yang menggangu hubungan China-India dalam bulan-bulan belakangan ini,termasuk satu kebijakan kedutaan yang mengeluarkan visa-visa berbeda kepada warga India dan penduduk Kashmir India.
    
Kunjungan Perdana Menteri India Manmohan Singh dan pemimpin spritual Tibet Dalai Lama ke daerah yang disengketakan di India timur laut itu menimbulkan kemarahan Beijing.
    
Bulan lalu, China juga menawarkan bantuan keuangan kepada Pakistan untuk membangun bendungan bernilai miliaran dollar AS di Kashmir Pakistan, yang mengundang kecaman dari New Delhi.

Sumber :
Ant