Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 06:47 WIB
Bank Sentral UEA Siapkan Duit Ekstra
Josephus Primus | primus | Senin, 30 November 2009 | 16:43 WIB
|
Share:

DUBAI, KOMPAS.com - Pascaliburan empat hari Idul Adha, Bank Sentral Uni Emirat Arab (UEA) mengambil ancang-ancang. Rencananya, bank tersebut bakal menggelontorkan duit ekstra bagi bank-bank negara teluk itu. Meski belum ada pengumuman resmi soal jumlah uang, upaya bank sentral itu tampaknya ditujukan agar selalu ada likuiditas setelah Dubai World, pekan lalu, mengaku tak bisa membayar kewajiban utang senilai 59 miliar dollar AS.

Seperti diketahui, badan usaha milik negara (BUMN) Uni Emirat Arab itu minta penjadwalan pembayaran utang. Bersama BUMN lainnya yakni Nakhael, utang keduanya mencapai 179 miliar dollar AS atau setara 1.685 triliun. Seturut jadwal, utang itu harus lunas hingga tiga tahun mendatang.

Terkait dengan sikap itu, sebagaimana diwartakan oleh BBC, Senin (30/11), Dana Moneter Internasional (IMF), memberikan sambutan baik. "UEA merupakan ekonomi berbasis sumber daya dan kami menyambut baik pernyataan hari ini, " demikian pernyataan IMF.

Sebelum pembukaan bursa pada Senin, memang sempat muncul kekhawatiran bakal ada kejatuhan hingga 10 persen. Namun, bursa Asia terlihat membaik hari Senin dengan indeks Nikkei di Jepang naik 2,9 persen dalam perdagangan pagi dan indeks Hang Seng Hongkong naik lebih dari 3 persen dalam menit-menit seusai pembukaan.

Sementara itu, tetangganya Abu Dhabi mengatakan akan menunggu mengenai bagaimana membantu Dubai. "Kami akan melihat komitmen Dubai dan pendekatan mereka kasus per kasus," kata seorang pejabat Abu Dhabi Sabtu lalu.

"Ini tidak berarti bahwa Abu Dhabi akan memutihkan semua utang mereka," tambahnya.

Sebagai pusat bisnis, Dubai adalah satu dari tujuh wilayah otonom yang dimiliki UEA selain Abu Dhabi, Sharjah, Ajman, Umm al-Quwain, Ras al-Khaimah, dan Fujairah. Wilayah yang dinamakan emirat ini dipimpin oleh seorang raja lokal. Dubai dan Abu Dhabi dikenal sebagai dua emirat yang paling menonjol perputaran bisnisnya di UEA.