JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengimbau agar para pelaku pasar tidak over-reaksi menyikapi kasus Dubai World. Dikatakannya, kasus Dubai World tidak akan berdampak pada pasar Indonesia.
"Jangan over-reaksi karena itu tidak default. Dibandingkan Lehman Brothers, ini sangat berbeda. Kalau Lehman memang sistemik karena underline-nya derivatif yang enggak jelas. Tapi kalau Dubai World sangat nyata. Ini disebabkan harga properti turun sehingga kreditnya ditengarai bermasalah," ujar Budi kepada para wartawan, Senin (30/11) di Komisi XI DPR RI, Jakarta.
Ditambahkannya, sejauh ini reaksi investor masih normal. "Semua otoritas, baik Asia, Eropa, dan Timur Tengah, alert. Semua telah menyiapkan diri memitigasi kemungkinan dampak negatifnya," ujarnya singkat.
Dubai World, semacam BUMN milik kemitraan Dubai, mengajukan standstill atau penangguhan atas utangnya yang mencapai 60 miliar dollar AS hingga enam bulan ke depan.

