Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:51 WIB
BI: Jangan Over-reaksi terhadap Dubai World
Hindra Liu | Glo | Senin, 30 November 2009 | 12:48 WIB
|
Share:

AFP/KARIM SAHIB
Seorang lelaki berjalan di depan kawasan bisnis Dubai di Teluk, Minggu (29/11). Krisis Dubai, yang dipicu penundaan pembayaran utang Pemerintah Dubai, diperkirakan akan berpengaruh pada pembukaan hari setelah libur panjang Lebaran Haji kali ini.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengimbau agar para pelaku pasar tidak over-reaksi menyikapi kasus Dubai World. Dikatakannya, kasus Dubai World tidak akan berdampak pada pasar Indonesia.

"Jangan over-reaksi karena itu tidak default. Dibandingkan Lehman Brothers, ini sangat berbeda. Kalau Lehman memang sistemik karena underline-nya derivatif yang enggak jelas. Tapi kalau Dubai World sangat nyata. Ini disebabkan harga properti turun sehingga kreditnya ditengarai bermasalah," ujar Budi kepada para wartawan, Senin (30/11) di Komisi XI DPR RI, Jakarta.

Ditambahkannya, sejauh ini reaksi investor masih normal. "Semua otoritas, baik Asia, Eropa, dan Timur Tengah, alert. Semua telah menyiapkan diri memitigasi kemungkinan dampak negatifnya," ujarnya singkat.

Dubai World, semacam BUMN milik kemitraan Dubai, mengajukan standstill atau penangguhan atas utangnya yang mencapai 60 miliar dollar AS hingga enam bulan ke depan.