KOMPAS.com — Seorang ibu beranak dua ditemukan tewas, Jumat (27/11) di kediamannya, saat menyiapkan sebuah pesta perceraian. Jenazah Katrina Jones (34) ditemukan setelah polisi menerima pengaduan dari tetangganya tentang suara cekcok yang terdengar dari kediamannya.
Beberapa tetangganya kemudian menyaksikan mantan suami Katrina, Brian Jones (63), digiring keluar oleh polisi dalam kondisi tangan terborgol dari kediaman di Marske, dekat Middlesbrough, Inggris. Pertikaian ini berlangsung setelah Katrina memasang sejumlah spanduk bertuliskan "Divorce Party" di sejumlah jendela rumahnya.
Menurut keterangan dari tetangganya, Katrina dan Brian mulai terlibat pertengkaran tahun lalu sebelum Katrina mengajukan cerai Februari tahun ini. Pasangan ini dikaruniai seorang putra yang berusia 11 tahun dan Katrina juga memiliki seorang putra berusia 18 tahun dari pernikahan sebelumnya.
Salah satu tetangga yang tidak ingin disebutkan identitasnya menjelaskan: "Katrina beberapa pekan sebelumnya telah merencanakan untuk memasang spanduk pesta perceraian. Sejak bercerai, ia selalu terlihat sumringah. Ia bercerai dari Brian karena sudah tidak lagi mencintainya. Saya rasa Brian tidak dapat menerima kenyataan ini."
Brian yang telah 3 kali menikah dijadwalkan menghadapi persidangan di Middlesbrough hari ini. Pada saat yang sama, untaian bunga sebagai ucapan duka bertaburan di depan kediaman Katrina.
Dalam ungkapan belasungkawa yang ditujukan ke putrinya dan dirilis oleh kepolisian Cleveland, Jean Evans menyatakan: "Katrina merupakan sosok periang yang menikmati kehidupannya. Ia selalu bersedia untuk berkorban membantu orang lain."
Ungkapan belasungkawa untuk Katrina juga disebarkan di situs jejaring sosial Facebook. Salah seorang sahabatnya, Jane Curran, menulis: "Berpulang tapi takkan terlupakan, kami akan selalu mengingat senyum dan tawamu yang menghadirkan keceriaan."