Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 06:47 WIB
Dubai Krisis, Sukuk Pemerintah Indonesia Jalan Terus
| wah | Senin, 30 November 2009 | 08:00 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak analis boleh saja meramal bahwa krisis utang Dubai World akan membawa dampak negatif bagi pasar sukuk global. Maklum, utang Nahkeel—anak Dubai World—senilai 4 miliar dollar AS yang bermasalah berbentuk surat utang berbasis syariah atau sukuk. Namun, keadaan ini tak mengubah rencana pemerintah menjual sukuk negara tahun depan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menegaskan, pemerintah tidak akan mengubah strategi penerbitan sukuk pada tahun depan."Tetap ada lelang reguler, ada sukuk ritel, ada penerbitan melalui bookbuilding, ada private placement, dan ada sukuk global," ujar Rahmat, Minggu (29/11).

Rahmat menambahkan, pada 2010 mendatang, pemerintah menargetkan total penerbitan sukuk dan Surat Utang Negara (SUN) bersih (neto) sebesar Rp 104 triliun. Nah, Rahmat melihat bahwa krisis utang Dubai justru bisa menguntungkan posisi Indonesia. "Pemerintah tidak khawatir, justru investor sukuk yang pull out (keluar) dari Dubai kita harapkan masuk ke Indonesia," ujarnya. (Cipta Wahyana)

Sumber :
KONTAN