
HERAT, KOMPAS.com - Seorang polisi mendadak memberondongkan tembakan kepada empat rekannya pada Sabtu malam di provinsi Nimroz, Afganistan. Keempat polisi itu pun tewas seketika. Sejumlah pejabat meyakini insiden ini tidak terkait dengan serangan pemberontakan Taliban yang meningkat.
"Kemarin malam, di distrik Khashrod, seorang polisi bertengkar dengan rekan-rekannya. Ia lalu melepaskan tembakan yang menewaskan empat orang dari mereka," kata Gubernur Nimroz, Ghulam Dastagir Azad kepada AFP.
Setelah menembak rekannya, pria itu mengambil sebuah mobil lalu pergi. Ia mengendarainya ke sebuah distrik yang berdekatan Dilaram. "Saat menyeberangi pos pemeriksaan militer Afhanistan, ia tidak berhenti sehingga pasukan menembaknya," kata Azad.
Diserang demikian, pria itu malah membalas dengan tembakan hingga mencedarai seorang dari prajurit. Azad mengatakan, penyelidik berpendapat polisi itu bukan anggota kelompok Taliban.
Sekedar diketahui, pada awal November, seorang polisi juga membunuh lima prajurit Inggris yang melatihnya di provinsi Helmand. Polisi Afganistan memang berada di barisan depan dalam perang melawan kelompok muslim garis keras itu. Kini banyak dari mereka tewas atau cacat dalam pertempuran.
Perang Afganistan, memang tidak saja mematikan bagi prajurit, polisi dan warga sipil, tapi juga bagi pasukan internasional yang memerangi Taliban. Hampir 500 prajurit asing tewas sejak Januari lalu. Presiden AS Barack Obama akan memutuskan dalam waktu dekat ini apakah akan mengirim sekitar 40.000 prajurit tambahan atau tidak.