KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Arab Saudi Menyatakan Menguasai Jabal al-Dood
Minggu, 29 November 2009 | 07:29 WIB

MEKKAH, KOMPAS.com — Arab Saudi, Sabtu (28/11), menyatakan negara itu telah menguasai sebuah gunung strategis di sisi perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, dan membebaskan tempat itu dari gerilyawan Syiah Yaman.

"Pasukan Arab Saudi telah menguasai Jabal (Gunung) al-Dood ... Orang-orang itu telah membebaskan tempat tersebut," Pembantu Menteri Pertahanan dan Penerbangan Pangeran Khaled bin Sultan mengatakan kepada televisi al-Ekhbariya, dan melukiskan bahwa puncak gunung itu secara strategis memiliki nilai penting.

Ia terlihat membicarakan apa yang tampaknya merupakan wilayah di dekat garis depan, dan di sana, suara tembakan artileri dapat didengar.

"Posisi kami sekarang adalah kurang dari 3 kilometer dari perbatasan (dengan Yaman) ... Kami dalam perbatasan ... Pasukan Saudi telah menghancurkan semua penyusup," kata Pangeran Khaled.

"Kami akan berupaya untuk menjaga agar kerugian tetap sesedikit mungkin ... dan tidak terseret ke dalam perang di gunung itu."

Arab Saudi mulai memerangi gerilyawan Syiah Yamanyang dikenal sebagai pengikut Huthiawal bulan ini, setelah negara itu mengumumkan bahwa mereka telah membunuh dua penjaga perbatasan dalam serangan lintas perbatasan.

Seorang pejabat militer Yaman menjelaskan kepada Reuters bahwa pasukan Yaman dan gerilyawan Huthi telah melakukan pertempuran di pinggiran kota Saada di Yaman utara, Sabtu, setelah tentara reguler menggagalkan upaya gerilyawan untuk memasuki kota itu.

Arab Saudi selaku pengekspor minyak terbesar dunia mengkhawatirkan, ketidakstabilan yang meningkat di Yaman dapat berubah menjadi ancaman keamanan besar karena memungkinkan Al Qaeda memperoleh tempat berpijak yang lebih kuat di negara yang dilanda kemiskinan itu.

Gerilyawan Huthi adalah anggota aliran Zaidi dari minoritas Islam Syiah. Mereka mengeluh karena disisihkan secara sosial, ekonomi, dan agama oleh pemerintah. Kedua belah pihak membantah tuduhan bahwa tujuan mereka adalah sektarian.

Media Arab Saudi sering kali menyebut melihat tangan Iran di belakang aksi kehadiran Al Qaeda di antara gerilyawan Huthi dan Yaman.

Iran membantah keterlibatannya, dan meminta Pemerintah Yaman untuk mengakhiri pertempuran melalui pembicaraan.

Arab Saudi, sekutu AS yang menganggap dirinya sebagai pelindung Islam Sunni, telah berselisih dengan Iran, yang berpaham Syiah, sejak Revolusi Islam pada 1979.

Editor: bnj   |   Sumber : Ant, Reuters Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.