Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 16:11 WIB
Dua Remaja Disekap Tentara dan Dipotret Bugil
Taufiq Zuhdi | tof | Sabtu, 28 November 2009 | 13:42 WIB
|
Share:

AP PHOTO/BRENNAN LINSLEY
Sebagian tahanan di Guantanamo tengah melakukan shalat magrib di balik pagar kawat berduri di Kamp Tahanan 4 Pangkalan Angkatan Laut AS di Guantanamo, Kuba. Gambar dirilis militer AS pada 20 Mei silam. Senat AS yang didominasi Demokrat secara mencolok tak menyepakati penutupan Penjara Guantanamo dan pemindahan tahanan ke AS. Hal ini merupakan sebuah langkah mundur lantaran Presiden AS Barack Obama telah menjanjikan untuk menutup penjara tersebut.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Dua remaja Afganistan yang ditahan di penjara AS di Kabul mengaku mereka telah dipukuli oleh seorang penjaga yang berkebangsaan Amerika. Keduanya juga dipotret dalam keadaan bugil, tidur mereka diganggu dan disekap di ruang terkucil di sel beton.
    
The Washington Post, Jumat malam, melaporkan kedua remaja, Issa Mohammad (17) dan Abdul Rashid (16), itu telah ditahan di penjara tersebut sedikitnya selama dua pekan, sewaktu mereka menjalani interogasi setiap hari mengenai dugaan hubungan mereka dengan faksi Taliban.

Menurut The Washington Post, pernyataan itu tak dapat dikonfirmasi secara independen. Namun dalam wawancara di lokasi selanjutnya, remaja tersebut memberikan gambaran konsisten yang terperinci yang menyatakan perlakuan pelecehan terhadap tersangka gerilyawan dalam beberapa kasus telah berlanjut di bawah pemerintah Presiden AS Barack Obama.

Obama telah berjanji akan mengakhiri praktek interogasi kasar yang disahkan oleh pemerintah George W. Bush, setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Issa dan Rashid mengatakan, mereka dipukuli dan ditampar oleh para tentara yang menangkap mereka selama berada di pangkalan udara Bagram, tempat mereka ditahan di sel secara terpisah. Rashid mengatakan, para penginterogasinya memaksa dia melihat gambar porno di sebelah gambar ibunya.

Lokasi penahanan itu, sebagaimana digambarkan dua remaja tersebut, tampaknya telah menjadi instalasi yang dikelola oleh pasukan Operasi Khusus AS yang terpisah dari Bagram Theater Internment Facility, penjata utama yang dikelola Amerika.

Gambaran kedua remaja itu mengenai daerah penahanan tersebut nampaknya sama dengan keterangan sebelumnya dari dua mantan tahanan. Mereka mengatakan, juga mengalami perlakuan buruk.

Sumber :
ANT, AFP