
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Tewasnya Shapoor Khan dalam pengeboman di Bajaur, Mamoond, tadi pagi, boleh jadi adalah balas dendam para gerilyawan yang jengkel atas kematian para rekannya. Dalam penyergapan yang dilakukan militer Pakistan, Jumat (27/11), sedikitnya 15 orang dari kubu gerilyawan tewas.
Menurut jaringan televisi TV Express, pasukan keamanan mengepung sebuah benteng pertahanan di kawasan suku Bara. Mereka menghancurkan sebuah tempat penyimpanan amunisi gerilyawan di kota itu.
Beberapa sumber mengungkapkan, baku tembak hebat terus berlangsung antara pasukan keamanan dan gerilyawan di kawasan suku tersebut.
Menurut data angkatan darat Pakistan, pasukan keamanan telah menewaskan lebih dari 600 gerilyawan sejak mereka melancarkan serangan sengit pada 17 Oktober di Waziristan Selatan, mengarah ke kawasan dekat benteng pertahanan Taliban di Pakistan.
Sehari sebelumnya, pada Kamis, sebuah bom pinggir jalan yang dikemas dengan lempeng baja diledakkan di kota Penshawar, mencederai dua polisi dan seorang gadis berumur 11 tahun. Bom yang diledakkan dengan remote control itu ditanam di dekat tiang listrik di kawasan ramai, dan ditargetkan pada seorang kepala kantor kepolisian.