Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:56 WIB
Hidup Khan Berahir Usai Shalat Id
Taufiq Zuhdi | tof | Jumat, 27 November 2009 | 16:11 WIB
|
Share:

KHAR, KOMPAS.com — Perang memang tak pernah mengenal waktu. Di saat jutaan umat Islam sedunia merayakan Hari Raya Idul Adha, bom masih menyalak di Pakistan. Tadi pagi, seorang pemimpin penting anti-Taliban di Pakistan tewas tekena bom seusai melaksanakan shalat Id.

Adalah Shapoor Khan, pemimpin milisi untuk melawan gerilyawan Taliban di distrik Bajaur, Mamoond, tewas saat pulang ke rumahnya ketika sebuah bom meledak di kampung halamannya.

"Pemimpin suku itu tewas di tempat kejadian dan rekan-rekannya luka parah akibat ledakan itu," kata kepala pemerintah lokal Jamil Khan.

Khan pulang ke rumah setelah menjalankan shalat Idul Adha di sebuah masjid. Khan, yang berusia sekitar 40 tahun, adalah pengganti Malik Rehmatullah yang tewas akibat serangan bunuh diri di sebuah masjid tahun lalu bersama dengan sekitar 20 orang lainnya.

Kelompok gerilyawan Islam itu terus meningkatkan serangan di Bajaur sejak Pakistan melancarkan serangan besar-besaran untuk menumpas Taliban di pangkalan utamanya di Waziristan Selatan, bulan lalu.
     
Sasaran paling populer gerilyawan di Pakistan adalah para pejabat keamanan, instalasi pemerintah, dan anggota suku yang bersekutu dengan pemerintah untuk melawan Taliban.

Para pejabat mengatakan, peningkatan aksi kekerasan itu untuk mengalihkan perhatian militer dari Waziristan Selatan, tempat sekitar 30.000 tentara melancarkan serangan darat dan udara selama enam pekan. Aksi kekerasan terus berlangsung  di Bajaur, walaupun serangan militer enam bulan yang dimulai Februari lalu yang menurut militer berhasil.

Ratusan gerilyawan bersembunyi di daerah-daerah suku semi-otonomi Pakistan setelah pasukan pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban di Afganistan pada akhir tahun 2001.

Sumber :
ANT, AFP