
BEIJING, KOMPAS.com — China menghukum mati dua pria yang menculik dan menjual anak kecil, yang sebagian masih belum dapat menemukan orangtua mereka, demikian laporan kantor berita resmi negeri itu.
Kondisi tersebut mencerminkan kemarahan masyarakat mengenai perdagangan anak-anak tersebut. Kantor berita Xinhua melaporkan, Hu Minghua (55) dan Su Binde (27) dihukum mati, Kamis (26/11), setelah pengadilan terpisah menyatakan mereka bersalah mengambil anak-anak dari keluarga mereka untuk dijual, terutama kepada pasangan tanpa anak yang ingin memiliki anak di pedesaan.
Hu dinyatakan bersalah menculik sembilan anak dari 1999 sampai 2005. Lima anak kembali ke orangtua mereka, tetapi sisanya diselamatkan oleh polisi walaupun belum menemukan orangtua mereka, kata Xinhua, mengutip pernyataan dari Mahkamah Agung China, yang harus mengesahkan penghukuman mati.
Su dinyatakan bersalah menculik enam anak dari 2005 sampai 2006, satu di antara mereka belum menemukan orangtuanya.
Bisnis penculikan anak telah memicu kemarahan yang meningkat di kalangan masyarakat dan perhatian media di China, tempat orangtua dari anak yang hilang telah mengeluh kepada polisi kurang memberi bantuan dalam memburu putra-putri mereka yang hilang.
Ratusan, atau barangkali ribuan, anak hilang di China setiap tahun, dan mereka yang diculik juga bisa jadi dijual oleh gerombolan pidana penjelajah untuk dijadikan pengemis. Yang lain dijual kepada pasangan di desa, yang di daerah tradisional menghargai anak laki-laki sebagai pewaris dan penopang keluarga.
Jumlah korban sulit diperkirakan. Mahkamah Agung China menyatakan, 1.714 orang dihukum karena menculik dan menyelundupkan anak-anak dalam sepuluh bulan pertama, sedangkan pemerintah melakukan penindasan atas kejahatan tersebut.
Sejak April, polisi China telah menyelamatkan 2.008 anak yang diculik.