KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Mbah Rasti Pingin Ongkos Haji Lebih Murah
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Jumat, 27 November 2009 | 06:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beragam makna yang bisa ditangkap dari umat Islam yang merayakan Idhul Adha pagi ini. Mereka yang warga biasa, punya harapan akan semakin baiknya kondisi dan kesejahteraan rakyat di negeri ini lewat pemimpin saat ini.

Irma (28), warga Kebon Kacang ini misalnya, berharap lewat Idhul Adha ini para pemimpin bisa membawa negeri ini jauh lebih baik. "Saya pengen negara kita bisa aman-aman. Kondisi rakyatnya makin baik. Supaya bencana-bencana itu dijauhkan ya. Supaya makin baik semuanya," ujar Irma kepada Kompas.com.

Selain itu, Irma juga berharap keluarganya dilimpahkan berkat dalam kehidupan sehari-hari. Irma mengaku telah dua kali salat Idul Adha bersama keluarga di Mesjid Istiqlal sebelumnya. Irma juga sudah mengetahui bahwa Presiden SBY dan wakilnya Boediono juga biasa mengikuti salat Idul Adha di Istiqlal.

"Semoga Bapak Presiden dan Bapak Wakil juga diberi petunjuk untuk kerja untuk rakyat," tandasnya.

Biaya Haji Bisa Murah

Di tempat lain, Rasti (65) tengah bersiap menanti mulainya salat Idul Adha ketika ditemui Kompas.com. Nenek dua cucu ini sudah mengenakan mukenahnya dan duduk di samping kerabatnya. Dia sengaja datang ke Istiqlal bersama suami, dua anak, dua menantu dan dua cucunya dari Pasar Gembrong Jakarta Timur.

"Ini teh mesjid terbesar, pahalanya pasti besar juga," ujarnya sambil tertawa.

Berbeda dengan Irma, Rasti memiliki harapan sendiri dalam momen Idul Adha ini. Dia mengaku ingin sekali naik haji dan membawanya di dalam doanya pagi ini. "Saya sudah bilang ke anak saya supaya ada rejeki. Lagian, supaya pemerintah bisa turunin biaya naik haji. Sekarang mahal sekali," tuturnya kemudian.

 

Editor: tof Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.