KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Pemerintah India Bayar Gaji 23.000 Pegawai Fiktif
Kamis, 26 November 2009 | 20:37 WIB
EPA/JAIPAL SINGH
Polisi di Jammu dan Kashmir, India, menyiksa pegawai negeri di wilayah itu, yang melakukan protes di Jammu, Kamis (22/5). Protes dilakukan karena para pegawai negeri itu menilai pemerintah ingkar janji karena tidak kunjung menaikkan gaji mereka. Padahal, pada 10 Maret lalu, kedua belah pihak telah sepakat soal kenaikan gaji.

NEW DELHI, KOMPAS.com — Pemerintah New Delhi, India, telah membayar gaji 23.000 pegawai yang sesungguhnya tak ada dengan nilai lebih dari 40 juta dollar AS per tahun, demikian pernyataan dari kantor wali kota, Kamis (26/11).
   
Ketimpangan tersebut ditemukan setelah Kanwar Sain, Wali Kota New Delhi, memberlakukan sistem pencatatan kehadiran biometrik pada Agustus di ibu kota India itu.
   
Sistem itu mengungkapkan sesungguhnya terdapat 104.241 pegawai di daftar yang berisi 127.094 orang, katanya. "Lembaga Kota Praja New Delhi (MCD) akan melakukan penyelidikan yang mendalam mengenai masalah tersebut guna mengetahui fakta yang sesungguhnya," kata Sain dalam pernyataan itu. "Tindakan disipliner ketat akan diberlakukan."
   
Pegawai MCD mempekerjakan orang mulai dari guru sampai petugas kebersihan dan tukang kebun di kota yang memiliki 14 juta warga tersebut.

Penulis: XVD   |   Editor: primus   |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.