
BRISBANE, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 7,9 pada skala Richter yang memorak-porandakan Kota Padang dan beberapa wilayah lain di Sumatera Barat (Sumbar) terjadi pada 30 September lalu. Namun, animo warga Indonesia di Australia untuk mengumpulkan dana bantuan bagi para korban bencana belum juga meredup.
Setidaknya pengumpulan dana kemanusiaan bagi para korban gempa Sumbar itu dilakukan komunitas Muslim Indonesia melalui acara bazar di Kompleks Islamic Center Darwin, Australia Utara, 21 November lalu. "Acara ini menghasilkan uang sebesar 2.130 dollar Australia atau sekitar Rp 17,950 juta," kata Tommy Jamal.
Dalam perbincangan dari Brisbane, Kamis malam, tokoh masyarakat Minang di Darwin ini mengatakan, dana kemanusiaan bagi para korban gempa Sumbar ini pun telah disalurkan lewat TVOne. "Kita berterima kasih kepada semua warga Muslim Darwin yang telah membantu," kata Jamal.
Gerakan pengumpulan dana kemanusiaan bagi korban gempa Sumbar di ibu kota negara bagian Northern Territory (NT) ini bukan yang pertama. Pada 24 Oktober, misalnya, Konsulat RI Darwin juga berinisiatif menggelar acara pengumpulan dana. Acara tersebut berhasil mengumpulkan sedikitnya 13.487 dollar Australia atau sekitar Rp 115,9 juta.
Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja, mengatakan, acara yang diisi dengan bazar makanan dan rangkaian pertunjukan seni dari komunitas Indonesia dan pelajar Australia di Darwin itu turut dihadiri belasan orang pejabat tinggi pemerintah dan anggota parlemen NT.
Lalu pada 7 November, Konsulat RI di Darwin bersama perwakilan Samoa dan Filipina di NT juga menggelar acara penggalangan dana kemanusiaan bersama bagi para korban bencana gempa Sumbar, banjir Filipina, dan tsunami Samoa.
Gempa Sumbar menewaskan 1.117 orang dan melukai 2.902 orang lainnya. Sekitar 200 orang dinyatakan hilang. Bencana alam itu juga merusak puluhan ribu rumah warga, bangunan perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum. Kerugian materi akibat gempa Sumbar itu diperkirakan mencapai Rp 7,8 triliun.